Menu

Mode Gelap
Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

Opini

Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan

badge-check


					dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua Perbesar

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

WARTA NASIONAL – Belakangan ini media massa ramai membicarakan work from anywhere (WFA) sebagai strategi efisiensi. Banyak yang menganggap dengan mengurangi kehadiran fisik, maka biaya operasional akan turun dan sistem menjadi lebih hemat. Namun pertanyaannya, benarkah itu efisiensi menurut para ahli manajemen?

Dalam perspektif manajemen modern, efisiensi bukan sekadar pengurangan biaya atau perubahan cara kerja. Efisiensi adalah kemampuan sistem menghasilkan nilai maksimal dengan pemborosan minimal. Artinya, bukan hanya “di mana bekerja”, tetapi bagaimana sistem bekerja.

Di sinilah sering terjadi salah kaprah.

Pemborosan tidak selalu berarti pengeluaran besar atau biaya miliaran rupiah. Justru sering kali pemborosan terjadi dalam bentuk kecil yang terus berulang dan tidak disadari. Lampu yang tetap menyala di siang hari. AC yang hidup di ruangan kosong. Komputer yang aktif tanpa digunakan. Waktu tunggu pasien yang panjang. Proses administrasi yang berulang.

Semua itu terlihat sepele, tetapi jika terjadi setiap hari, dampaknya menjadi besar. Inilah yang dalam konsep Lean Management disebut sebagai waste aktivitas yang tidak memberi nilai, tetapi tetap mengonsumsi sumber daya.

James P. Womack dalam Lean Thinking menekankan bahwa nilai hanya tercipta dari aktivitas yang benar-benar dibutuhkan. Selebihnya adalah pemborosan yang harus dihilangkan.

Hal ini juga ditegaskan oleh W. Edwards Deming:

A bad system will beat a good person every time.

Artinya, sebaik apa pun individu bekerja, jika sistemnya boros, hasilnya tetap tidak optimal.

Dalam perspektif nilai, pemborosan bahkan bukan hanya masalah manajemen, tetapi juga moral:

“Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 27)

Efisiensi sejati bukan tentang mengurangi orang, bukan sekadar mengubah lokasi kerja, tetapi tentang menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai.

Mari kita mulai dari hal kecil. Mematikan lampu yang tidak diperlukan. Mengoptimalkan penggunaan ruang. Memperbaiki alur kerja. Mengurangi proses yang berulang.

“Efisiensi bukan mengurangi yang penting, tapi menghilangkan yang tidak bernilai.”

Dan di situlah peran kita semua. Bukan hanya manajemen, bukan hanya pimpinan, tetapi setiap individu dalam sistem pelayanan kesehatan.

Karena efisiensi bukan proyek sesaat.
Ia adalah budaya.

Mari berkontribusi.
Mulai dari diri sendiri.
Hilangkan pemborosan, dan bangun sistem yang lebih baik.
Pemalang, 11 April 2026

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital

Baca Lainnya

Ketika Kampus Negeri Tersandung, Kemana Jatidiri UNSOED (JDU)?

24 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Rumah Sakit dan Dua Matahari: Memahami Birokrasi Profesional dan Dual Leadership

22 Agustus 2026 - 11:19 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Hakim Sejahtera, Peradilan Berintegritas: Menguatkan Komisi Yudisial dan Penghubung KY di Daerah

12 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Koordinator Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan

Reminder Penguasa Langit Terhadap Bumi Venezuela

4 Juli 2026 - 11:11 WIB

Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah

27 Juni 2026 - 21:11 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi,Lc.MA
Trending di Opini