Menu

Mode Gelap
Bagus Sutopo Resmi Dilantik Jadi Sekda Pemalang, Aris Ismail Harapkan Komunikasi Eksekutif-Legislatif Terjaga Bupati Anom Widiyantoro Lantik Bagus Sutopo sebagai Sekda Kabupaten Pemalang Dukung Pemalang Rhapsodi, Aris Ismail Pimpin Korve Jumat Bersih MPC Pemuda Pancasila PDI Perjuangan Pemalang Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen, Agus Sukoco: Wujud Pengabdian untuk Warga Fahmidh Dhuha Lepas Atlet Taekwondo Pemalang Ikuti Training Tour Yogyakarta, Perkuat Mental Juara Hadiri Apel Gelar Pasukan Satlinmas, Aris Ismail Tekankan Pentingnya Pilkades Aman dan Damai

Opini

Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan

badge-check


					dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua Perbesar

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

WARTA NASIONAL – Belakangan ini media massa ramai membicarakan work from anywhere (WFA) sebagai strategi efisiensi. Banyak yang menganggap dengan mengurangi kehadiran fisik, maka biaya operasional akan turun dan sistem menjadi lebih hemat. Namun pertanyaannya, benarkah itu efisiensi menurut para ahli manajemen?

Dalam perspektif manajemen modern, efisiensi bukan sekadar pengurangan biaya atau perubahan cara kerja. Efisiensi adalah kemampuan sistem menghasilkan nilai maksimal dengan pemborosan minimal. Artinya, bukan hanya “di mana bekerja”, tetapi bagaimana sistem bekerja.

Di sinilah sering terjadi salah kaprah.

Pemborosan tidak selalu berarti pengeluaran besar atau biaya miliaran rupiah. Justru sering kali pemborosan terjadi dalam bentuk kecil yang terus berulang dan tidak disadari. Lampu yang tetap menyala di siang hari. AC yang hidup di ruangan kosong. Komputer yang aktif tanpa digunakan. Waktu tunggu pasien yang panjang. Proses administrasi yang berulang.

Semua itu terlihat sepele, tetapi jika terjadi setiap hari, dampaknya menjadi besar. Inilah yang dalam konsep Lean Management disebut sebagai waste aktivitas yang tidak memberi nilai, tetapi tetap mengonsumsi sumber daya.

James P. Womack dalam Lean Thinking menekankan bahwa nilai hanya tercipta dari aktivitas yang benar-benar dibutuhkan. Selebihnya adalah pemborosan yang harus dihilangkan.

Hal ini juga ditegaskan oleh W. Edwards Deming:

A bad system will beat a good person every time.

Artinya, sebaik apa pun individu bekerja, jika sistemnya boros, hasilnya tetap tidak optimal.

Dalam perspektif nilai, pemborosan bahkan bukan hanya masalah manajemen, tetapi juga moral:

“Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 27)

Efisiensi sejati bukan tentang mengurangi orang, bukan sekadar mengubah lokasi kerja, tetapi tentang menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai.

Mari kita mulai dari hal kecil. Mematikan lampu yang tidak diperlukan. Mengoptimalkan penggunaan ruang. Memperbaiki alur kerja. Mengurangi proses yang berulang.

“Efisiensi bukan mengurangi yang penting, tapi menghilangkan yang tidak bernilai.”

Dan di situlah peran kita semua. Bukan hanya manajemen, bukan hanya pimpinan, tetapi setiap individu dalam sistem pelayanan kesehatan.

Karena efisiensi bukan proyek sesaat.
Ia adalah budaya.

Mari berkontribusi.
Mulai dari diri sendiri.
Hilangkan pemborosan, dan bangun sistem yang lebih baik.
Pemalang, 11 April 2026

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital

Baca Lainnya

Reminder Penguasa Langit Terhadap Bumi Venezuela

4 Juli 2026 - 11:11 WIB

Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah

27 Juni 2026 - 21:11 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi,Lc.MA

Jalan Rusak di Pemalang: Bukti Pengingkaran Amanat Konstitusi

10 Juni 2026 - 16:29 WIB

Ilustrasi - Jalan Rusak

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia
Trending di Opini