Menu

Mode Gelap
AJI Desak Prabowo Minta Maaf Usai Sebut Wartawan dan Jurnalis ‘Londo Ireng’ Ketua PWI Solo: Pernyataan ‘Londo Ireng’ Berpotensi Timbulkan Stigma terhadap Wartawan Siswanto Dorong Program Pengolahan Sampah Maggot Jadi Solusi Lingkungan dan Peningkatan Ekonomi Warga Pegadaian Kanwil XI Semarang Perkuat Sinergi dengan POLRI, Tingkatkan Keamanan Operasional dan Kepercayaan Nasabah Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia Budi Harsudiono Seto Aji Lolos Seleksi, Segera Dilantik Jadi Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Pemalang

Nasional

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Usai Sebut Wartawan dan Jurnalis ‘Londo Ireng’

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7). Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

WARTA NASIONAL – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Presiden RI Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut wartawan, jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai bagian dari londo ireng.

Sekretaris Jenderal AJI, Bayu Wardhana, menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis yang bekerja menjalankan fungsi mencari serta menyampaikan fakta kepada publik.

“Presiden harus minta maaf karena menuduh jurnalis londo ireng,” kata Bayu kepada wartawan, Jumat (24/7).

Menurut Bayu, penyematan istilah londo ireng terhadap jurnalis merupakan tuduhan yang tidak memiliki dasar. Ia berharap pemerintah lebih memfokuskan perhatian pada penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah kembali fokus bekerja karena masih banyak pekerjaan lain yang ditunggu rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang menurutnya masih memiliki sikap seperti londo ireng.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan istilah tersebut pada masa penjajahan Belanda digunakan untuk menyebut pribumi yang berpihak kepada penjajah dan mengkhianati bangsanya sendiri.

Menurut Prabowo, karakter serupa masih dapat ditemukan hingga saat ini, meski hadir dalam bentuk yang berbeda.

“Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” ujar Prabowo saat menyampaikan sambutan pada Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7) malam.

Pernyataan Presiden tersebut menuai respons dari berbagai kalangan, termasuk organisasi profesi wartawan. AJI menilai kritik terhadap media seharusnya disampaikan secara proporsional dan tidak menggeneralisasi profesi jurnalis yang menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik.***

Baca Lainnya

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Dinilai Rendahkan Profesi Pers

19 Juli 2026 - 12:26 WIB

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Wakil Ketua DK PWI Pusat Herbert Timbo P. Siahaan, dan Sekjen PWI Pusat Marthen Selamet Susanto.

PGN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah, Harga LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU

29 Juni 2026 - 17:56 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai menghadiri rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Fahmidh Dhuha Usulkan Pembangunan SPBN di Danasari, Permudah Nelayan Dapatkan BBM

23 Juni 2026 - 14:30 WIB

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM, MM, menyampaikan usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI

IPW Puji Kinerja Polda Metro Jaya Ungkap Ratusan Kasus Curanmor dalam Sebulan

10 Juni 2026 - 18:44 WIB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso

Kosgoro 1957 Jateng Dukung Sari Yuliati Jadi Ketua Umum pada Mubes V 2026

5 Juni 2026 - 07:31 WIB

Trending di Nasional