WARTA NASIONAL — Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 cabang olahraga tenis meja resmi dibuka di GOR Satria Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang, pada Rabu (2/9/2026).
Pembukaan kompetisi pelajar tersebut dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo.
POPDA Jateng 2026 cabang tenis meja diikuti pelajar dari 34 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dengan mempertandingkan nomor untuk jenjang SD, SMP, dan SLTA.
Dalam sambutannya, Lukas Arry Dwiko Utomo menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar ajang untuk memperebutkan prestasi dan medali, tetapi memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga pelajar serta menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.
Menurutnya, melalui POPDA diharapkan muncul atlet-atlet tenis meja muda dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang selanjutnya dapat dibina secara berkelanjutan hingga mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“POPDA bukan sekadar arena untuk meraih prestasi dan medali saja, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, persaudaraan dan semangat berkompetisi secara sehat serta menjunjung kejujuran,” tegas Lukas.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KONI, induk organisasi cabang olahraga, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan proses pembinaan atlet pelajar berjalan secara terarah.
Lukas menyebut tema POPDA Jawa Tengah 2026, “Tingkatkan Tradisi Prestasi”, memiliki makna penting dalam membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan.
Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan.
Prestasi merupakan tradisi yang harus dibangun melalui proses panjang, mulai dari konsistensi latihan, pembinaan, kerja keras atlet, dedikasi pelatih, hingga dukungan sekolah, orang tua, keluarga, pemerintah, KONI, induk cabang olahraga dan seluruh stakeholder.
“Prestasi tenis meja tidak lahir secara ujug-ujug atau instan. Tetapi prestasi merupakan tradisi yang harus dibangun melalui proses panjang,” ujarnya.
Ia berharap POPDA Jateng 2026 mampu melahirkan atlet-atlet tenis meja muda yang berkarakter, memiliki mental juara dan menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus menjadi penerus prestasi Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
“Mari kita tingkatkan tradisi prestasi, bukan saja hanya mengejar kemenangan hari ini, tetapi sesungguhnya membangun fondasi prestasi untuk masa depan tenis meja Jawa Tengah,” katanya.
Pembukaan POPDA Jateng 2026 cabor tenis meja tersebut turut dihadiri Kepala Dispora Jawa Tengah, Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah, para pendamping kontingen kabupaten/kota, para Ketua PTMSI kabupaten/kota se-Jawa Tengah, jajaran Pengprov PTMSI Jawa Tengah, serta para orang tua peserta.
Dengan dibukanya pertandingan tersebut, para atlet pelajar dari 34 kabupaten/kota selanjutnya akan berkompetisi sekaligus menunjukkan hasil pembinaan dan latihan yang telah dilakukan di daerah masing-masing.**















