Menu ✖

Mode Gelap
Kabar Gembira! Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Beri Promo Sambungan Air Bersih, Cukup DP Rp500 Ribu Kapolres Pemalang Kunjungi ITB ADIAS, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kamtibmas Update! Klasemen Sementara Porprov XVII Jateng 2026: Pemalang Raih 6 Medali, Tempati Peringkat ke-33 Memaknai Sumpah Pemuda di Era Gen Z dan Alpha: Jangan Hanya Mewarisi Sejarah, Beranilah Menentukan Masa Depan Muhammad Indaka Berjuang Harumkan Pemalang di Porprov XVII Jawa Tengah, Turun di Cabor Taekwondo Klasemen Sementara Porprov XVII Jateng 2026, Pemalang Peringkat ke-31 dengan Satu Perak

Nasional

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK

badge-check


					Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK Perbesar

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK

WARTA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik pemerasan yang melibatkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI) bersama orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA).

Keduanya diduga mengumpulkan uang sebesar Rp1,98 miliar dari sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta pihak swasta.

Temuan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).

Menurut Taufik, pengumpulan uang dilakukan atas permintaan Anom melalui Gus Haris. Dana tersebut awalnya disebut digunakan untuk kepentingan pribadi Bupati Pemalang.

“Adapun GHA mengumpulkan uang dengan total nilai mencapai Rp1,98 miliar,” kata Taufik.

Namun, hasil penyelidikan KPK menemukan fakta lain. Sebagian uang yang telah terkumpul diduga dialokasikan untuk mengupayakan penyelesaian perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK.

“Dalam penelusuran Tim KPK, uang yang sudah dikumpulkan oleh GHA kemudian salah satunya digunakan untuk mengurus penyelesaian perkara dugaan tindak pidana korupsi kepada oknum pada KPK,” ujarnya.

Diduga Libatkan Oknum Internal

KPK menjelaskan, Gus Haris kemudian menghubungi Lilik Budi Suprianto (LBS), ayah dari staf administrasi KPK berinisial Setya Budi Dias (DIS).

Selanjutnya, Anom, Gus Haris, dan Lilik beberapa kali menggelar pertemuan di Magelang dan Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, Lilik diduga meminta uang sebesar Rp2 miliar sebagai biaya untuk mengurus perkara yang menjerat Anom.

Penyidik mengungkap, pada pertemuan kedua telah terjadi kesepakatan agar dana segera disiapkan. Dari uang hasil pengumpulan tersebut, Gus Haris diduga menyerahkan Rp1,2 miliar kepada Lilik.

OTT di Tiga Daerah

Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo. Sebanyak 21 orang diamankan dalam operasi tersebut, sementara 14 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Setelah melakukan gelar perkara dan menemukan bukti yang cukup, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Mereka adalah:

– Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI);
– Orang kepercayaan Bupati Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA);
– Staf administrasi KPK Setya Budi Dias (DIS); dan
– Lilik Budi Suprianto (LBS), ayah dari Setya Budi Dias.

KPK menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengusut aliran dana serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.***

Baca Lainnya

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu

12 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Doni Akbar Soroti Kasus Perundungan Anak di Pemalang: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

4 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Video Call Sambil Julurkan Lidah saat Rapat DPR Viral, Moreno Soeprapto Akhirnya Buka Suara

20 September 2026 - 12:43 WIB

Anggaran BKKBN 2027 Naik Jadi Rp4,099 Triliun, Muh Haris Minta Dampaknya Dirasakan Keluarga

18 September 2026 - 10:53 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris

Kasus Anom Widiyantoro, KPK Panggil Mantan Kadisdikpora Supa’at dan Eks Dirut Perumda Tirta Mulia Slamet Efendi

11 September 2026 - 21:25 WIB

Trending di Nasional