Menu

Mode Gelap
Hasil Musancab PDI Perjuangan Pemalang 2026 Tetapkan 14 Ketua PAC Baru, Berikut Daftarnya Musancab PDI Perjuangan Pemalang 2026 Digelar Serentak, Indianto Tekankan Soliditas dan Target Tambah Kursi DPRD Pegadaian Resmikan Outlet Agen “Empire Koi Muria” di Kudus, Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Jateng-DIY Jelang Idul Adha, Masyarakat Diminta Tak Panik Kode Redeem Free Fire Terbaru Senin 25 Mei 2026: Klaim Token Gintama, Diamond hingga Bundle Eksklusif Hj Umi Surotud Diniyah SE Sosok Perempuan Inspiratif yang Aktif Berdayakan Perempuan, UMKM dan Kegiatan Sosial di Jateng

Opini

Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan

badge-check


					dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua Perbesar

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

WARTA NASIONAL – Belakangan ini media massa ramai membicarakan work from anywhere (WFA) sebagai strategi efisiensi. Banyak yang menganggap dengan mengurangi kehadiran fisik, maka biaya operasional akan turun dan sistem menjadi lebih hemat. Namun pertanyaannya, benarkah itu efisiensi menurut para ahli manajemen?

Dalam perspektif manajemen modern, efisiensi bukan sekadar pengurangan biaya atau perubahan cara kerja. Efisiensi adalah kemampuan sistem menghasilkan nilai maksimal dengan pemborosan minimal. Artinya, bukan hanya “di mana bekerja”, tetapi bagaimana sistem bekerja.

Di sinilah sering terjadi salah kaprah.

Pemborosan tidak selalu berarti pengeluaran besar atau biaya miliaran rupiah. Justru sering kali pemborosan terjadi dalam bentuk kecil yang terus berulang dan tidak disadari. Lampu yang tetap menyala di siang hari. AC yang hidup di ruangan kosong. Komputer yang aktif tanpa digunakan. Waktu tunggu pasien yang panjang. Proses administrasi yang berulang.

Semua itu terlihat sepele, tetapi jika terjadi setiap hari, dampaknya menjadi besar. Inilah yang dalam konsep Lean Management disebut sebagai waste aktivitas yang tidak memberi nilai, tetapi tetap mengonsumsi sumber daya.

James P. Womack dalam Lean Thinking menekankan bahwa nilai hanya tercipta dari aktivitas yang benar-benar dibutuhkan. Selebihnya adalah pemborosan yang harus dihilangkan.

Hal ini juga ditegaskan oleh W. Edwards Deming:

A bad system will beat a good person every time.

Artinya, sebaik apa pun individu bekerja, jika sistemnya boros, hasilnya tetap tidak optimal.

Dalam perspektif nilai, pemborosan bahkan bukan hanya masalah manajemen, tetapi juga moral:

“Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 27)

Efisiensi sejati bukan tentang mengurangi orang, bukan sekadar mengubah lokasi kerja, tetapi tentang menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai.

Mari kita mulai dari hal kecil. Mematikan lampu yang tidak diperlukan. Mengoptimalkan penggunaan ruang. Memperbaiki alur kerja. Mengurangi proses yang berulang.

“Efisiensi bukan mengurangi yang penting, tapi menghilangkan yang tidak bernilai.”

Dan di situlah peran kita semua. Bukan hanya manajemen, bukan hanya pimpinan, tetapi setiap individu dalam sistem pelayanan kesehatan.

Karena efisiensi bukan proyek sesaat.
Ia adalah budaya.

Mari berkontribusi.
Mulai dari diri sendiri.
Hilangkan pemborosan, dan bangun sistem yang lebih baik.
Pemalang, 11 April 2026

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital

Baca Lainnya

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia

ASN Curang di Brebes: Bupati Jangan Hanya Bisa ‘Geram’

2 Mei 2026 - 15:28 WIB

Aristianto Zamzami

Merawat Identitas di Tanah Rantau: Filosofi “Temu Manten” Masyarakat Transmigran di Atu Lintang

28 April 2026 - 19:27 WIB

Temu Manten

GERD dan Psikosomatis: Keluhan Nyeri Nyata atau dibuat-buat?

24 April 2026 - 08:09 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua
Trending di Opini