Oleh : Untung Budiarso*
WARTA NASIONAL – Pesta demokrasi insan olahraga dalam pemilihan Ketua KONI Kabupaten Pemalang mulai menarik perhatian para aktivis olahraga di daerah tersebut. Hingga saat ini, tercatat sudah ada tujuh kandidat yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua.
Para kandidat tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota DPRD, ketua cabang olahraga (cabor), hingga mantan Ketua KONI pada periode sebelumnya.
Tingginya minat untuk memimpin KONI menunjukkan bahwa organisasi olahraga ini masih menjadi magnet bagi para pegiat olahraga di Pemalang. Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan, terutama jika melihat kondisi pendanaan KONI Kabupaten Pemalang yang dinilai masih relatif terbatas.
Pertanyaannya kemudian, apakah para kandidat sudah memiliki konsep yang matang untuk menata organisasi ini? Setidaknya ada dua tantangan utama yang harus dijawab, yakni persoalan pendanaan dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
Sebagai wadah berhimpunnya berbagai cabang olahraga, KONI memiliki peran penting dalam memetakan potensi atlet yang pembinaannya berada langsung di masing-masing cabor. Karena itu, perhatian terhadap pembinaan atlet harus menjadi prioritas utama.
Pembinaan yang optimal tentu membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar setiap cabor dapat menjalankan program pembinaan secara proporsional dan berkelanjutan.
Jika melihat capaian prestasi, Kabupaten Pemalang sebenarnya menunjukkan perkembangan yang positif. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Tengah, Pemalang berada di peringkat ke-33. Pada Porprov XVI, posisi tersebut berhasil naik menjadi peringkat ke-24.
Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras cabang-cabang olahraga yang patut diapresiasi oleh semua pihak.
Lantas, seberapa besar peran KONI dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah? Jawabannya tentu terletak pada sejauh mana perhatian dan dukungan KONI terhadap cabang-cabang olahraga yang berada di bawah naungannya.
Perhatian tersebut tidak hanya sebatas memperjuangkan anggaran dari pemerintah daerah melalui APBD, tetapi juga kemampuan membangun kemitraan dengan sponsor maupun pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga di Pemalang.
Konsep “Melaju dengan Prestasi tanpa Membebani APBD” menjadi gagasan menarik yang patut dipertimbangkan. Dengan semakin berkembangnya investasi di Kabupaten Pemalang, peluang kerja sama antara KONI dan dunia usaha sebenarnya cukup terbuka.
Dukungan melalui sponsorship maupun donasi olahraga dapat menjadi alternatif sumber pendanaan, terutama ketika anggaran pemerintah daerah terbatas.
Dalam dunia olahraga, tidak ada yang mustahil selama pengelolaan organisasi dilakukan secara profesional dan transparan. Hal itu sangat bergantung pada kemampuan ketua KONI terpilih dalam membangun tata kelola olahraga yang baik demi meraih prestasi maksimal.
Pada akhirnya, masyarakat olahraga berharap seluruh kandidat ketua KONI mampu bersikap realistis dalam memetakan potensi prestasi yang telah dibina oleh cabang-cabang olahraga.
Prestasi olahraga daerah sangat bergantung pada perhatian yang memadai terhadap pembinaan atlet agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pemalang.
*) Mantan Kabid Organisasi KONI Jawa Tengah***
















