Menu

Mode Gelap
Rayakan Idul Adha 2026, Pegadaian Distribusikan Hewan Kurban Secara Merata ke Enam Area Kerja di Jateng dan DIY Info Orang Hilang! Gadis Remaja Asal Tegal Hilang Saat Keluar Rumah, Ini Identitas Lengkapnya Golkar Jateng Salurkan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Doni Akbar Salurkan 126 Hewan Kurban untuk Warga Dapil Jateng X IKMAL JAYA Ajak Masyarakat Pemalang Perkuat Nilai Keikhlasan di Hari Raya Idul Adha 1447 H Kapolres Bengkulu Utara Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian

Opini

Hari Pemuda dan Strategi ‘Langkah Kuda’ Membangun Pemalang

badge-check


					Hari Pemuda dan Strategi ‘Langkah Kuda’ Membangun Pemalang Perbesar

Oleh: Aditya Padmanaba, S.Kom.,M.M.,CRBD.*

 

WARTA NASIONAL  – Pada tanggal 28 Oktober 2025, kita akan merayakan Sumpah Pemuda ke-97. Ikrar yang lahir 97 tahun lalu di Batavia bukanlah sekadar catatan sejarah, melainkan sebuah cetak biru strategis tentang bagaimana menyatukan keberagaman demi satu tujuan: Indonesia yang Jaya.

Di tengah semarak peringatan ini, saya mengajak kita semua, khususnya para pemuda Pemalang, untuk merefleksikan spirit tersebut melalui kacamata yang jarang disentuh: Catur.

Catur sering dianggap sebagai permainan santai, padahal ia adalah miniatur dari medan pertempuran, politik, dan bahkan pembangunan daerah. Setiap langkah harus dipikirkan matang. Setiap pengorbanan harus diperhitungkan. Dan setiap kemenangan adalah hasil dari visi jauh ke depan.

Pemuda Pemalang: Bidak Strategis di Papan Pembangunan

Sebagai Ketua PERCASI Pemalang, saya melihat kesamaan mendasar antara olahraga catur dan peran pemuda di masa kini.

1. Berpikir “Langkah Kuda”: Bidak kuda adalah satu-satunya bidak yang bergerak secara unik berbentuk “L” melompati rintangan. Ini melambangkan pemuda: kita harus berani mengambil jalur yang berbeda, melompati tantangan konvensional, dan membawa inovasi yang tak terduga namun efektif. Pemuda Pemalang harus menjadi agen perubahan yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.

2. Visi Jangka Panjang: Pecatur ulung tidak hanya memikirkan satu langkah; ia merancang serangan dan pertahanan untuk 10 hingga 15 langkah ke depan. Tantangan Pemalang, mulai dari ekonomi, infrastruktur, hingga olahraga, membutuhkan pemuda yang memiliki visi jangka panjang. Jangan hanya terpaku pada masalah hari ini, tetapi proyeksikan solusi untuk lima atau sepuluh tahun ke depan.

3. Mentalitas Ksatria (Sportivitas): Catur mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan penghormatan tinggi terhadap lawan. Dalam hiruk pikuk politik dan sosial, pemuda harus membawa karakter ini. Kita boleh berbeda pandangan, tapi kita tetap menjunjung tinggi persatuan dan sportivitas berbangsa, sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda.

PERCASI Pemalang Bukan Sekadar Olahraga, Ini Kawah Candradimuka

Di Pemalang, PERCASI berkomitmen menjadikan catur bukan hanya sebagai ajang prestasi, tetapi sebagai kawah candradimuka untuk membentuk karakter. Kami tidak hanya mencetak prestasi olahraga,tetapi mencetak Master Strategi yang siap memimpin di berbagai sektor.

Kami mendorong pemuda Pemalang untuk terlibat. Melalui turnamen, pelatihan, dan klub-klub catur, kami melatih:

• Ketajaman Analisis: Membedah situasi sulit dan menemukan solusi terbaik.

• Manajemen Stres: Tetap tenang dan fokus di bawah tekanan waktu dan ancaman lawan.

• Keberanian Mengambil Keputusan: Karena di catur, seperti dalam hidup, tidak ada “mundur” setelah bidak digerakkan.

Inilah warisan Sumpah Pemuda yang paling relevan bagi kita hari ini: persatuan ide dan visi yang diwujudkan melalui langkah strategis yang cerdas. Kita harus bersatu bukan hanya dalam emosi, tetapi dalam tindakan nyata dan kecerdasan kolektif.

Mari jadikan Hari Sumpah Pemuda 2025 ini sebagai momentum bagi Pemuda Pemalang untuk memasang bidak-bidak terbaik di papan pembangunan. Kita tidak akan lagi sekadar mengikuti arus, tetapi akan menjadi pihak yang menentukan arah pembangunan kedepan.

Pemuda Pemalang: Bergerak Cerdas, Melangkah Strategis, Raih Prestasi!

*)Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Pemalang

Baca Lainnya

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia

ASN Curang di Brebes: Bupati Jangan Hanya Bisa ‘Geram’

2 Mei 2026 - 15:28 WIB

Aristianto Zamzami

Merawat Identitas di Tanah Rantau: Filosofi “Temu Manten” Masyarakat Transmigran di Atu Lintang

28 April 2026 - 19:27 WIB

Temu Manten

GERD dan Psikosomatis: Keluhan Nyeri Nyata atau dibuat-buat?

24 April 2026 - 08:09 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua
Trending di Opini