WARTA NASIONAL – Sebuah video dari aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus, menjadi perhatian publik.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik, sebuah mobil kendaraan taktis (rantis)Barracuda Brimob melindas seorang driver ojek online saat pembubaran demonstrasi di sekitar Gedung DPR.
Insiden terjadi sekitar pukul 19:40 WIB di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ketika itu aparat Brimob Polri berusaha membubarkan massa aksi.

Tiba-tiba sebuah Barracuda melintas cepat, menabrak kemudian melindas seorang pria berjaket ojol. Biadab!
Dalam rekaman video yang beredar, warga sekitar mengecam keras aksi kekerasan dari Brimob Polri. Beberapa warga dan driver ojol lainnya mengejar kendaraan tersebut hingga ke arah Tugu Tani, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Driver ojol yang dilidas oleh Barracuda tersebut, diketahui bernama Afan Kurniawan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21:30 WIB.
“Innalillahiwainnailaihirojiun. Innalillahiwainnailaihirojiun. Innalillahiwainnailaihirojiun. Untuk teman kita, Afan Kurniawan yang tadi dilindas oleh Barracuda di aksi demo, saat ini sudah berada di ruang jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Buat teman-teman yang terdekat dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, untuk merapat, kita bantu, kita proses untuk teman kita, mitra Gojek Afan Kurniawan,” terang Erna, Humas WRC Bergerak.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025, peserta aksi yang terdiri dari buruh, mahasiswa, pelajar, dan driver ojol di depan Gedung DPR, menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
– Menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah.
– Membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan PHK.
– Melakukan reformasi pajak perburuhan yang berkeadilan, termasuk penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT.
– Mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law.
– Mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.
– Merevisi UU Pemilu demi sistem demokrasi yang lebih aspiratif dan terbuka.
– Mendesak pemotongan gaji anggota DPR sebesar 20–30 persen sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat serta solusi defisit anggaran negara.***