Menu ✖

Mode Gelap
Ribuan Penonton Padati Final Puja Cup IX di Jatinegara, Suta Wijaya Rebut Gelar Juara Lewat Adu Penalti Doni Akbar Dorong PT Perindo Jadi Motor Penggerak Industri Perikanan Nasional Pererat Silaturahmi, Kapolsek Pangkah Rutin Gelar Sarapan Bersama Pensiunan ASN, Polri, TNI dan Masyarakat Kabar Gembira! Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Beri Promo Sambungan Air Bersih, Cukup DP Rp500 Ribu Kapolres Pemalang Kunjungi ITB ADIAS, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kamtibmas Update! Klasemen Sementara Porprov XVII Jateng 2026: Pemalang Raih 6 Medali, Tempati Peringkat ke-33

Nasional

KPK Beberkan Peran Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

badge-check


					Kolase - Mohamad Haris alias Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Jadi Tersangka KPK Perbesar

Kolase - Mohamad Haris alias Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Jadi Tersangka KPK

WARTA NASIONAL – Nama Mohamad Haris alias Gus Haris menjadi sorotan setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka bersama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam kasus dugaan pemerasan.

KPK menyebut Gus Haris merupakan orang kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang diduga memiliki peran penting dalam pengumpulan uang hasil pemerasan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pihak swasta.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan Gus Haris berstatus sebagai pihak swasta yang dipercaya oleh Anom Widiyantoro.

Dalam konstruksi perkara, Anom diduga memerintahkan Gus Haris untuk mengumpulkan uang dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak swasta.

Dana tersebut diduga dikumpulkan untuk kepentingan mengondisikan penanganan perkara korupsi yang tengah dihadapi Anom. Total uang yang berhasil dihimpun diduga mencapai sekitar Rp1,98 miliar.

Selain menetapkan Anom dan Gus Haris sebagai tersangka, KPK juga menjerat Lilik Budi Suprianto (LBS) dan Setya Budi Dias (DIS) dalam perkara yang sama.

Kasus tersebut terbagi dalam dua klaster, yakni dugaan pemerasan yang dilakukan Anom terhadap bawahannya serta dugaan pemerasan terhadap Anom oleh pihak lain.

Uang Tunai dan Rekening Gus Haris Disita

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 28 Juli 2026, KPK turut menyita sejumlah barang bukti dari berbagai lokasi.

Dari rumah Gus Haris, penyidik menemukan uang tunai sekitar Rp300 juta.

Selain itu, KPK juga menyita buku rekening atas nama Gus Haris yang diduga digunakan sebagai rekening penampungan dana, beserta uang sekitar Rp670 juta yang dicairkan dari rekening tersebut.

Secara keseluruhan, KPK menyita barang bukti senilai kurang lebih Rp2,7 miliar, termasuk uang tunai yang ditemukan di beberapa lokasi serta koper berisi uang ratusan juta rupiah yang berada di mobil Anom Widiyantoro.

Ditahan 20 Hari

KPK menahan Anom Widiyantoro, Gus Haris, Lilik Budi Suprianto, dan Setya Budi Dias selama 20 hari pertama terhitung sejak 29 Juli hingga 17 Agustus 2026 untuk kepentingan penyidikan.

Anom Widiyantoro dan Gus Haris disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah, juncto Pasal 20 KUHP.***

Baca Lainnya

Doni Akbar Dorong PT Perindo Jadi Motor Penggerak Industri Perikanan Nasional

1 November 2026 - 09:47 WIB

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu

12 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Doni Akbar Soroti Kasus Perundungan Anak di Pemalang: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

4 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Video Call Sambil Julurkan Lidah saat Rapat DPR Viral, Moreno Soeprapto Akhirnya Buka Suara

20 September 2026 - 12:43 WIB

Anggaran BKKBN 2027 Naik Jadi Rp4,099 Triliun, Muh Haris Minta Dampaknya Dirasakan Keluarga

18 September 2026 - 10:53 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris
Trending di Nasional