Menu

Mode Gelap
KPK Beberkan Peran Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Nurkholes Resmi Jadi Plt Bupati Pemalang, Intip Harta Kekayaannya yang Tembus Rp12 Miliar BKPH Jatinegara Gandeng Polsek dan Koramil Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Masyarakat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kasus Dugaan Korupsi Masih Didalami Pegadaian Kanwil XI Semarang Gelar Literasi Keuangan untuk Ibu PKK dan Difabel di Boyolali

Nasional

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK

badge-check


					Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK Perbesar

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Peras ASN dan Rekanan Rp1,98 Miliar, Sebagian Uang untuk Urus Perkara di KPK

WARTA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik pemerasan yang melibatkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI) bersama orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA).

Keduanya diduga mengumpulkan uang sebesar Rp1,98 miliar dari sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta pihak swasta.

Temuan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).

Menurut Taufik, pengumpulan uang dilakukan atas permintaan Anom melalui Gus Haris. Dana tersebut awalnya disebut digunakan untuk kepentingan pribadi Bupati Pemalang.

“Adapun GHA mengumpulkan uang dengan total nilai mencapai Rp1,98 miliar,” kata Taufik.

Namun, hasil penyelidikan KPK menemukan fakta lain. Sebagian uang yang telah terkumpul diduga dialokasikan untuk mengupayakan penyelesaian perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK.

“Dalam penelusuran Tim KPK, uang yang sudah dikumpulkan oleh GHA kemudian salah satunya digunakan untuk mengurus penyelesaian perkara dugaan tindak pidana korupsi kepada oknum pada KPK,” ujarnya.

Diduga Libatkan Oknum Internal

KPK menjelaskan, Gus Haris kemudian menghubungi Lilik Budi Suprianto (LBS), ayah dari staf administrasi KPK berinisial Setya Budi Dias (DIS).

Selanjutnya, Anom, Gus Haris, dan Lilik beberapa kali menggelar pertemuan di Magelang dan Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, Lilik diduga meminta uang sebesar Rp2 miliar sebagai biaya untuk mengurus perkara yang menjerat Anom.

Penyidik mengungkap, pada pertemuan kedua telah terjadi kesepakatan agar dana segera disiapkan. Dari uang hasil pengumpulan tersebut, Gus Haris diduga menyerahkan Rp1,2 miliar kepada Lilik.

OTT di Tiga Daerah

Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo. Sebanyak 21 orang diamankan dalam operasi tersebut, sementara 14 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Setelah melakukan gelar perkara dan menemukan bukti yang cukup, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Mereka adalah:

– Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI);
– Orang kepercayaan Bupati Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA);
– Staf administrasi KPK Setya Budi Dias (DIS); dan
– Lilik Budi Suprianto (LBS), ayah dari Setya Budi Dias.

KPK menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengusut aliran dana serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.***

Baca Lainnya

KPK Beberkan Peran Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Juli 2026 - 21:45 WIB

Kolase - Mohamad Haris alias Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Jadi Tersangka KPK

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Usai Sebut Wartawan dan Jurnalis ‘Londo Ireng’

25 Juli 2026 - 15:41 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Dinilai Rendahkan Profesi Pers

19 Juli 2026 - 12:26 WIB

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Wakil Ketua DK PWI Pusat Herbert Timbo P. Siahaan, dan Sekjen PWI Pusat Marthen Selamet Susanto.

PGN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah, Harga LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU

29 Juni 2026 - 17:56 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai menghadiri rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Fahmidh Dhuha Usulkan Pembangunan SPBN di Danasari, Permudah Nelayan Dapatkan BBM

23 Juni 2026 - 14:30 WIB

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM, MM, menyampaikan usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI
Trending di Nasional