WARTA NASIONAL – Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang diduga hilang di kawasan hutan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, hingga hari kedua pada Selasa (30/6/2026) masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menyatakan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Tim Rescue, Syaeful Anwar, mengatakan pencarian pada hari kedua difokuskan di titik terakhir korban terlihat oleh saksi dengan cakupan area sejauh dua kilometer.
“Area pencarian pada hari kedua berfokus pada titik terakhir survivor terlihat oleh saksi dengan radius 2 kilometer. Menimbang informasi dari saksi dan masyarakat bahwa kondisi survivor yang tidak terlalu sehat dan sudah berumur sehingga kecil kemungkinan masuk terlalu jauh ke dalam hutan,” ujar Syaeful Anwar.
Korban diketahui bernama Naruh (78), warga RT 15 RW 03 Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban keluar rumah tanpa berpamitan dan diduga menuju kebun atau sungai di belakang rumah, sesuai kebiasaannya membuang sampah di lokasi tersebut.
Keluarga bersama warga dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Wanatirta telah melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga akhirnya meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes serta Unit Siaga SAR Brebes, korban belum juga ditemukan.
Dalam operasi pencarian hari kedua, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian ke arah selatan dengan radius dua kilometer, sedangkan SRU 2 menyisir ke arah timur dengan radius yang sama.
Meski penyisiran telah dilakukan secara intensif, hasilnya masih nihil. Tim SAR memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian pada hari ketiga dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi di lapangan.
Syaeful Anwar mengungkapkan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang cukup berat.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah vegetasi yang rapat dan cuaca yang tidak menentu. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutupnya.
Tim SAR gabungan bersama BPBD, relawan, aparat setempat, dan masyarakat terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.***















