Menu

Mode Gelap
Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah Pegadaian Kanwil XI Semarang dan TP PKK Jateng Teken MoU, Dorong Literasi Keuangan dan Sampah Jadi Emas BRI Peduli Aspal Jalan Dusun Benteng Desa Wanarata, Dukung Akses dan Aktivitas Warga Bantarbolang BRI Cabang Pemalang Realisasikan Pembangunan Ruang Kelas untuk MDA Walisongo Kebongede BRI Peduli Hadir di Desa Pakembaran, Halaman MDA Rodliyatul Uqul Kini Lebih Aman dan Nyaman GRIB Jaya Ancam Demo Besar dan Lapor Kejari Soal Tender RSUD Randudongkal

Pendidikan

Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Perkuat Nalar Kritis Hadapi Hoaks dan AI

badge-check


					Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Perkuat Nalar Kritis Hadapi Hoaks dan AI Perbesar

Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Perkuat Nalar Kritis Hadapi Hoaks dan AI

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk memperkuat nalar kritis sebagai bekal menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi di media sosial.

Menurut Saleh, kemampuan berpikir kritis menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, teknologi deepfake, hingga berbagai konten provokatif yang semakin marak beredar di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) bertema Manifesto Nalar Kritis: Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Aswaja dalam Menavigasi Krisis Geopolitik dan Disrupsi Global di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Dalam paparannya, Saleh menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai motor perubahan bangsa. Menurutnya, setiap perubahan besar dalam sejarah Indonesia selalu lahir dari keberanian mahasiswa menggunakan nalar kritis yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Pemuda dan mahasiswa selalu menginisiasi perubahan dalam setiap perjalanan sejarah bangsa melalui nalar kritisnya yang dimanifestasikan, dinyatakan, dan diwujudkan dalam perjuangan,” ujar Saleh.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu mengatakan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Jika dahulu mahasiswa menghadapi keterbatasan informasi, kini justru dihadapkan pada banjir informasi yang belum tentu seluruhnya benar.

Karena itu, ia menilai mahasiswa harus menjadi agen literasi yang mampu mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam memilah informasi.

“Di tengah banjir informasi dan konten saat ini, gerakan mahasiswa adalah harapan. Mahasiswa harus menjadi pelopor untuk menyadarkan semua orang agar tidak menerima informasi secara mentah-mentah, bahkan harus berani mempertanyakan status quo demi keadilan sosial,” katanya.

Saleh juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi deepfake, serta maraknya buzzer di media sosial yang sering kali menyajikan informasi seolah-olah benar sehingga berpotensi menyesatkan publik.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terbawa arus informasi yang viral tanpa terlebih dahulu melakukan tabayyun atau klarifikasi.

“Tidak perlu bingung di tengah serbuan AI, deepfake, buzzer, di mana semuanya seolah memberi kebenaran. Mahasiswa Aswaja tidak perlu bingung, lakukan tafakur, bukan ikut-ikutan. Kedepankan tabayyun, urusan viral belakangan saja,” tegasnya.

Menurut Saleh, nalar kritis harus dibangun melalui kebiasaan memeriksa sumber informasi, memahami konteks sebuah konten, serta menelaah motif di balik penyebaran informasi tersebut.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.

“Latih nalar kritis dengan mempraktikkan cek sumber informasi, konteks konten, dan motif. Jangan hanya jadi konsumen informasi dan konten. Jangan sampai teracuni dengan konten, bangun kekebalan atau imunitas dengan nalar kritis,” ujarnya.

Kepada mahasiswa Unwahas yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Saleh berpesan agar tetap mengedepankan etika dan adab dalam berpikir kritis.

Menurutnya, sikap kritis tidak berarti menolak semua hal, tetapi tetap dilakukan secara santun, bijaksana, dan bertanggung jawab.

“Kalau nalar kritis Barat meragukan semua hal, nalar kritis Aswaja meragukan semua hal secara beradab. Boleh curiga tapi tetap santun,” pungkas Mohammad Saleh.

Kegiatan LKMM tersebut diikuti mahasiswa lintas fakultas Universitas Wahid Hasyim sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, transformasi digital, serta dinamika sosial yang terus berkembang.***

Baca Lainnya

FORDEK FST 2026 Digelar di UIN Walisongo, Perkuat Transformasi Sains dan Teknologi PTKIN

17 Juli 2026 - 09:08 WIB

Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) PTKIN Tahun 2026 yang digelar di Hotel Novotel Semarang, 16–19 Juli 2026.

Hebat! 12 Mahasiswa UIN Walisongo Lolos Double Degree dan Magang Industri di Taiwan

4 Juni 2026 - 10:07 WIB

12 Mahasiswa UIN Walisongo Lolos Double Degree dan Magang Industri di Taiwan

FISIP Undip Bedah Buku Politik, Mohammad Saleh Soroti Tantangan Politik Digital

23 Mei 2026 - 18:11 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Keren! Pelajar Madrasah Jateng Raih Penghargaan di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

12 Mei 2026 - 17:17 WIB

Madrasah Jawa Tengah Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

Info! Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya

9 Mei 2026 - 09:03 WIB

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya
Trending di Pendidikan