WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Partai Golkar, Aris Ismail, SAP, menanggapi pemberitaan yang menyebut namanya sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengisi posisi Wakil Bupati Pemalang.
Aris mengaku mengapresiasi adanya pandangan dan usulan dari berbagai pihak yang menilai dirinya layak untuk mengisi posisi tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk maju atau mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pemalang.
“Saya mengapresiasi adanya usulan atau pandangan dari masyarakat maupun berbagai pihak yang menilai saya memiliki kapasitas untuk mengisi posisi Wakil Bupati. Tetapi, secara pribadi saya tidak menginginkan untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Pemalang,” ujar Aris.
Menurutnya, saat ini dirinya tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang serta menjalankan amanah masyarakat melalui lembaga legislatif.
Aris juga menyampaikan bahwa dirinya menghormati seluruh proses hukum yang tengah dihadapi Bupati Pemalang.
Menurutnya, proses hukum harus dihormati dan diberikan ruang untuk berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kita serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses yang ada,” katanya.
Ia menilai, dalam situasi pemerintahan Kabupaten Pemalang saat ini, yang terpenting adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Aris menambahkan, terkait kemungkinan pengisian jabatan Wakil Bupati Pemalang, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Untuk persoalan pengisian Wakil Bupati, tentu ada mekanisme dan aturan yang harus dijalankan. Saya tidak ingin masuk dalam bursa tersebut. Saya tetap fokus menjalankan tugas saya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang,” tegasnya.
Sebelumnya, nama Aris Ismail mencuat dalam pemberitaan sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menduduki posisi Wakil Bupati Pemalang.
Pengalaman sebagai legislator serta keterlibatannya dalam pemerintahan daerah menjadi sejumlah alasan munculnya penilaian tersebut.
Namun, dengan pernyataan tersebut, Aris secara terbuka menegaskan bahwa dirinya tidak berminat maju sebagai Wakil Bupati Pemalang, meski mengapresiasi kepercayaan dan penilaian positif yang diberikan kepadanya.
Ia berharap dinamika politik terkait pengisian jabatan Wakil Bupati Pemalang tetap berlangsung secara kondusif dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana pemerintahan tetap berjalan, pembangunan berlanjut, dan kepentingan masyarakat Pemalang tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.***














