WARTA NASIONAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 55 menggelar sosialisasi pentingnya mencuci tangan di SD Negeri 02 Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 1, 2, dan 3. Sosialisasi digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sekaligus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Kegiatan ini juga dinilai relevan dengan penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mendorong siswa untuk lebih memperhatikan kebersihan tangan sebelum makan.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai manfaat mencuci tangan serta langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami dan menyenangkan.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung tahapan mencuci tangan dengan benar.
Perwakilan mahasiswa KKN Posko 55, Dinda, mengatakan edukasi tersebut penting diberikan kepada anak-anak agar mereka memahami cara menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum makan.
“Baik untuk anak biar tahu bagaimana cuci tangan. Sekarang ada MBG dan pakai tangan karena makannya pakai tangan, makanya cuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah kuman,” ujar Dinda.
Senada, Fina, anggota KKN Posko 55, menilai sosialisasi tersebut menjadi kegiatan positif karena dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar.
“Menurut saya dengan adanya materi kayak gini bagus ya, apalagi untuk kelas 1, 2, 3 karena mereka masih kecil. Siapa tahu ada yang belum bisa cuci tangan dengan benar. Dengan adanya materi ini diharapkan mereka sudah bisa mencuci tangan dengan benar agar tidak timbul penyakit yang tidak diinginkan,” ujar Fina.
Sementara itu, Dimas selaku anggota KKN Posko 55 menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak masih membutuhkan pendampingan dan pengingat agar terbiasa mencuci tangan secara tertib.
“Menurut saya sangat sepakat karena anak kecil kurang tertib dan teliti untuk soal cuci tangan,” ungkap Dimas.
Dukungan juga disampaikan wali kelas 2 SD Negeri 02 Ngrapah, Siti Maesaroh. Ia mengapresiasi mahasiswa KKN yang turut membantu mengingatkan siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Menurutnya, edukasi seperti ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan kesadaran siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Saya sangat berterima kasih karena sudah membantu mengingatkan anak-anak tentang pentingnya cuci tangan. Kegiatan seperti ini sangat membantu untuk menambah pengetahuan anak. Sebelumnya juga sudah pernah ada sosialisasi dari puskesmas, tetapi anak-anak memang perlu terus diingatkan dan dibiasakan,” ujar Siti Maesaroh.
Ia menambahkan, setelah makan melalui program MBG, siswa juga diwajibkan mencuci tangan. Namun, penerapannya tetap membutuhkan kesadaran dan kebiasaan dari masing-masing siswa.
“Setelah makan MBG, anak-anak juga diwajibkan untuk cuci tangan, tetapi kembali lagi tergantung dari anaknya masing-masing,” imbuhnya.
Antusiasme siswa selama kegiatan juga mendapat perhatian dari Koordinator Desa (Kordes) Posko 55. Ia menyebut para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menikmati proses pembelajaran.
“Menurut saya anak-anak di sini semangatnya sangat antusias sekali dan anak sangat have fun. Sangat bermanfaat karena di usia saat ini anak sangat rentan terhadap kuman,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Gita dan Intan, siswa kelas 2, mengaku senang mengikuti sosialisasi yang diberikan mahasiswa KKN.
“Senang ada sosialisasi cuci tangan, karena sosialisasi jadi tahu cara cuci tangan yang benar,” ujar Gita dan Intan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 55 berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman di kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan mencuci tangan dengan benar diharapkan menjadi bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat para siswa SD Negeri 02 Ngrapah, khususnya sebelum makan dan setelah melakukan berbagai aktivitas.
Dengan edukasi sejak dini, siswa diharapkan semakin sadar bahwa mencuci tangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran kuman maupun penyakit.***















