WARTA NASIONAL – Setelah menjalankan berbagai program kerja selama masa pengabdian di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 103 resmi ditarik dari Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.
Kegiatan penarikan dan pelepasan mahasiswa tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026), sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Karangrowo.
Koordinator Desa KKN MIT Ke-22 Posko 103, Afrizal Syaifulloh, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat Karangrowo yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa menjalankan program kerja.
“Saya selaku perwakilan dari teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, arahan, dan bantuan yang telah diberikan kepada kami sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Afrizal.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan program kerja yang telah dirancang oleh mahasiswa selama berada di Desa Karangrowo.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lis Setyoningrum, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat desa serta masyarakat Karangrowo yang telah menerima mahasiswa dengan baik.
“Alhamdulillah, saya senang sekali atas bimbingan dan arahan yang diberikan oleh seluruh perangkat desa dan masyarakat. Bagi mahasiswa kami, masyarakat tidak henti-hentinya selalu mengingatkan dan mengarahkan untuk keberhasilan program yang telah dirancang,” tuturnya.
Lis berharap pengalaman selama mengikuti KKN dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus menjadi pembelajaran berharga dalam berinteraksi dan mengabdi secara langsung di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Desa Karangrowo, Abdul Syukur, menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mendampingi mahasiswa secara penuh selama pelaksanaan program kerja.
Meski demikian, ia mengaku tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan program yang dijalankan mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 103.
“Saya pribadi memohon maaf belum bisa mendampingi secara penuh dalam pelaksanaan program kerja, namun tetap saya monitoring progresnya. Alhamdulillah, masyarakat sekarang sangat mau diajak maju, berbeda dengan masyarakat dulu,” kata Abdul Syukur.
Dengan berakhirnya masa pengabdian tersebut, mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 103 secara resmi meninggalkan Desa Karangrowo.
Berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kontribusi positif bagi masyarakat desa.**















