Menu ✖

Mode Gelap
BRI Peduli TJSL Dukung Pembangunan Talud Saluran Irigasi Desa Banjarsari Pemalang BRI Pemalang Salurkan Program TJSL untuk Perbaikan Jalan Desa Danasari BRI Peduli TJSL Bangun Sarana Ibadah di Rutan Kelas IIB Pemalang, Dukung Pembinaan Spiritual Warga Binaan Rosi Alfon Nugroho hingga Novi Lailatul Faroh Dilantik, Ini Jabatan Barunya Sempat Jadi Sorotan, Panpel Tegaskan Nomor Renang 200 Meter Tetap Dilombakan di POPDA Pemalang 2026 Nomor Renang 200 Meter POPDA Pemalang Ditiadakan, Bagaimana Nasib Atlet Pelajar?

Pendidikan

Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo

badge-check


					Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo Perbesar

WARTA NASIONAL – Setelah menjalankan berbagai program kerja selama masa pengabdian di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 103 resmi ditarik dari Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Kegiatan penarikan dan pelepasan mahasiswa tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026), sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Karangrowo.

Koordinator Desa KKN MIT Ke-22 Posko 103, Afrizal Syaifulloh, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat Karangrowo yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa menjalankan program kerja.

“Saya selaku perwakilan dari teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, arahan, dan bantuan yang telah diberikan kepada kami sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujar Afrizal.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan program kerja yang telah dirancang oleh mahasiswa selama berada di Desa Karangrowo.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lis Setyoningrum, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat desa serta masyarakat Karangrowo yang telah menerima mahasiswa dengan baik.

“Alhamdulillah, saya senang sekali atas bimbingan dan arahan yang diberikan oleh seluruh perangkat desa dan masyarakat. Bagi mahasiswa kami, masyarakat tidak henti-hentinya selalu mengingatkan dan mengarahkan untuk keberhasilan program yang telah dirancang,” tuturnya.

Lis berharap pengalaman selama mengikuti KKN dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus menjadi pembelajaran berharga dalam berinteraksi dan mengabdi secara langsung di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Desa Karangrowo, Abdul Syukur, menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mendampingi mahasiswa secara penuh selama pelaksanaan program kerja.

Meski demikian, ia mengaku tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan program yang dijalankan mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 103.

“Saya pribadi memohon maaf belum bisa mendampingi secara penuh dalam pelaksanaan program kerja, namun tetap saya monitoring progresnya. Alhamdulillah, masyarakat sekarang sangat mau diajak maju, berbeda dengan masyarakat dulu,” kata Abdul Syukur.

Dengan berakhirnya masa pengabdian tersebut, mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 103 secara resmi meninggalkan Desa Karangrowo.

Berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kontribusi positif bagi masyarakat desa.**

Baca Lainnya

Senator Abdul Kholik Serap Aspirasi Mahasiswa IVET Semarang, Dorong Penguatan Pertanian dan Maritim

14 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemda Pemalang Diminta Bertanggung Jawab terhadap Perundungan di Sekolah

4 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Indonesia (YAPPENDI), Untung Budiarso

Siswa SDN 01 Kebondalem Meninggal, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Kasus Ditindaklanjuti

3 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Yayasan Baitul Mal BRI Pemalang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 40 Siswa Kurang Mampu

1 Oktober 2026 - 13:25 WIB

USIP Jalin Kerja Sama dengan Pampanga State University Filipina di ASEAN Festival 2026

25 September 2026 - 19:49 WIB

Trending di Pendidikan