Menu

Mode Gelap
Golkar Jateng Salurkan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Doni Akbar Salurkan 126 Hewan Kurban untuk Warga Dapil Jateng X IKMAL JAYA Ajak Masyarakat Pemalang Perkuat Nilai Keikhlasan di Hari Raya Idul Adha 1447 H Kapolres Bengkulu Utara Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian Fahmidh Dhuha Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Semangat Pengorbanan dan Kepedulian Bacaan Niat Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Opini

Filsafat Politik Cinta

badge-check


					Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag Perbesar

Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag

Oleh: Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag*

WARTA NASIONAL – Serangan yang dilakukan Amerika serikat terhadap ibu kota Venezuela, Caracas, Sabtu dini hari (3/1/2026) dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah mengoyak konsep relasi hubungan internasional, kedaulatan negara dan hak asasi manusia.

Peristiwa ini telah memicu reaksi dunia internasional. Dunia mengutuk serangan ini sebagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh negara, dan Amerika Serikat dituduh sebagai “terorisme negara”. Serangan tersebut juga telah mempertontonkan tindakan hegemonik Amerika Serikat yang telah melanggar hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan kedaulatan negara.

Agresi yang dilakukan Amerika Serikat ini dan kolonialisme Barat secara umum sesungguhnya merupakan ekspresi dari konsep filsafat politik yang dianut di Barat. Sepanjang tidak ada pembaharuan dalam pandangan filsafat politik Barat ini, maka serangkaian kolonialisme dan agresi militer, ekonomi, maupun budaya akan terus berulang di masa depan

Homo Homini Lupus

Pandangan filsafat politik barat ini sudah lama dikemukakan Thomas Hobbes (1588-1679) dalam karyanya Leviathan. Hobbes menggambarkan manusia sebagai serigala bagi manusia yang lain (homo homini lupus). Manusia digambarkan sebagai musuh yang siap menyerang dan mengeksploitasi satu sama lain. Manusia memiliki insting mendominasi, menguasai sumber daya, dan mengeliminasi pesaing

Akibatnya, relasi kehidupan penuh dengan rasa ketakutan, ketidakpercayaan, dan setiap manusia berpotensi menjadi ancaman bagi manusia yang lain. Dalam situasi seperti itu, maka akan terjadi bellum omnes contra omnima (perang semua melawan semua).

Selanjutnya, homo homini lupus ini juga berpotensi melahirkan relasi hegemonik manusia (negara) atas manusia (negara) lain. Atas nama hegemoni kekuasaan, manusia (negara) dapat saja melakukan legalisasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu, HAM berpotensi dilanggar oleh pemegang kekuasaan.

Senada dengan konsep filsafat homo homini lupus, dalam filsafat Barat juga berkembang pandangan si vis bellum para pacem (jika kau mendambakan perdamaian, maka bersiap-siaplah menghadapi perang). Kedua jargon politik ini sesungguhnya memiliki asumsi yang sama, manusia adalah musuh dan ancaman. Akibatnya, banyak negara yang melakukan perlombaan kepemilikan senjata.

Filsafat Politik Cinta

Filsafat politik Barat yang melihat manusia sebagai musuh dan ancaman ini sudah saatnya diubah, agar terjalin tata dunia global yang lebih sejuk, santun dan damai. Cara pandang baru ini diawali dari dasar ontologis yang melihat manusia lain sebagai kawan, mitra dan pemilik bersama planet bumi ini. Karena itu, relasi harmoni perlu dibangun.

Kementerian agama RI sudah mengawali menawarkan konsep peradaban cinta dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan perlu mentradisikan sikap toleransi dalam hablun min Allah (hubungan vertikal-ketuhanan) dan hablun min al-nnas (hubungan horizontal-kemanusiaan). Asumsinya, Islam adalah agama yang menebar kasih sayang (rahmatan lil alamin) bagi semua kalangan. Jika pandangan ini dianut oleh semua negara, maka akan terbangun tata dunia global yang lebih harmoni.

)* Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang

Baca Lainnya

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia

ASN Curang di Brebes: Bupati Jangan Hanya Bisa ‘Geram’

2 Mei 2026 - 15:28 WIB

Aristianto Zamzami

Merawat Identitas di Tanah Rantau: Filosofi “Temu Manten” Masyarakat Transmigran di Atu Lintang

28 April 2026 - 19:27 WIB

Temu Manten

GERD dan Psikosomatis: Keluhan Nyeri Nyata atau dibuat-buat?

24 April 2026 - 08:09 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua
Trending di Opini