WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca pancaroba yang berpotensi memicu berbagai penyakit.
Menurut Saleh, perubahan cuaca yang tidak menentu—seperti hujan yang datang tiba-tiba disertai panas terik dapat berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih rentan terserang penyakit seperti flu, demam, hingga infeksi saluran pernapasan.
“Masa pancaroba seringkali membuat kondisi tubuh mudah menurun. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan menjaga kesehatan,” ujar Saleh dalam keterangannya di Semarang.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan bergizi, cukup istirahat, serta rutin berolahraga. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.
Saleh juga mengingatkan potensi meningkatnya kasus demam berdarah saat pancaroba, yang dipicu berkembangnya nyamuk di lingkungan yang kurang bersih. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang.
“Pastikan lingkungan tetap bersih, tidak ada genangan air, dan lakukan upaya pencegahan seperti 3M untuk menghindari penyakit,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.
Selain aspek kesehatan, Saleh juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang kerap terjadi saat pancaroba, seperti angin kencang, hujan lebat, hingga pohon tumbang. Ia menilai kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.
“Dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, kita bisa melewati masa pancaroba dengan aman,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masa pancaroba di Jawa Tengah masih menyimpan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai. Meski intensitas hujan mulai menurun, ancaman hujan lebat belum sepenuhnya hilang dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan cuaca panas pada pagi hingga siang hari. Pada periode transisi ini, pemanasan yang kuat justru kerap memicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.***














