Menu ✖

Mode Gelap
Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat Tring! Pegadaian Tembus 7,5 Juta Pengguna, Aries Aviani Dorong Literasi Digital Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius Bangga! Ikna Rania Azzahra Bersinar di Kejuaraan Renang Kecamatan Pemalang, Borong Tiga Gelar Juara Info Loker! RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Buka Rekrutmen, Tujuh Formasi Dibuka

Pendidikan

Seorang Anak di Pemalang Ditolak Masuk SD karena Dinilai Hiperaktif, Orang Tua Pertanyakan Kebijakan Sekolah

badge-check


					Seorang Anak di Pemalang Ditolak Masuk SD karena Dinilai Hiperaktif, Orang Tua Pertanyakan Kebijakan Sekolah Perbesar

WARTA NASIONAL – Seorang anak usia enam tahun di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ditolak masuk di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Pemalang, baru-baru ini.

Hal ini terjadi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Buah Hati Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Diduga pihak sekolah menyebut alasan penolakan tersebut karena calon siswa kerap menunjukkan perilaku hiperaktif seperti tantrum atau ledakan emosi selama waktu belajar saat masih di Taman Kanak-kanak.

Menurut orang tua calon siswa, Adel (35), anaknya menunjukkan minat besar untuk bersekolah di SDIT yang beralamat di Mulyoharjo, Pemalang itu.

Namun, setelah melakukan awal pendaftaran di SDIT itu pada Kamis 30 Oktober 2025 lalu, penolakan justru terjadi pada Senin 3 November 2025 kemarin, pihak sekolah menyampaikan bahwa anaknya belum memenuhi kriteria kesiapan emosi yang ditetapkan.

Lebih lanjut Adel menambahkan, dengan putusan yang diberikan oleh pihak SDIT untuk tidak bisa melanjutkan pendaftaran dengan alasan seperti itu.

“Kami cukup kecewa karena anak kami dianggap belum siap hanya karena dia sering anak hiperaktif dan kadang kala tantrum saat masih di TK yang dulu, padahal menurut kami, itu hal wajar bagi anak seusianya,” ujar Adel saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (4/11).

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang ikut merespon adanya keluhan masyarakat terkait adanya siswa yang ditolak masuk dengan alasan anak hiperaktif saat pendaftaran sekolah.

Kepala Dinas Dindikbud Kabupaten Pemalang, Ismun melalui Sekretaris Dindikbud Kabupaten Pemalang, Titien Soewastiningsih Soebari menyampaikan sudah melakukan klarifikasi ke yayasan yang menaungi TKIT dan SDIT Buah Hati itu.

“Kami sudah klarifikasi dan intinya, ada kekurangan kapasitas komunikasi publik di TKIT nya, jadi mereka memang perlu diperbaiki cara berkomunikasinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, dari pihak yayasan TKIT Buah Hati rencananya akan mendatangi ke rumah pihak keluarga calon siswa tersebut.

“Pihak yayasan akan mendatangi kediamannya dan bahwa anak tersebut sudah masuk indent pendaftaran siswa SDIT Buah Hati tahun 2026,” pungkasnya. ***

Baca Lainnya

Pemda Pemalang Diminta Bertanggung Jawab terhadap Perundungan di Sekolah

4 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Indonesia (YAPPENDI), Untung Budiarso

Siswa SDN 01 Kebondalem Meninggal, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Kasus Ditindaklanjuti

3 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Yayasan Baitul Mal BRI Pemalang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 40 Siswa Kurang Mampu

1 Oktober 2026 - 13:25 WIB

USIP Jalin Kerja Sama dengan Pampanga State University Filipina di ASEAN Festival 2026

25 September 2026 - 19:49 WIB

USIP Jalin Kerja Sama dengan Batangas State University Filipina, Pertukaran Mahasiswa Dimulai 2027

24 September 2026 - 13:04 WIB

Trending di Pendidikan