Menu

Mode Gelap
MA Tolak Kasasi JPU, Vonis Dua Mantan Analis Kredit Bank Jateng Tetap 2 Tahun Penjara Pegadaian dan Pemkot Tegal Kolaborasi Hijaukan Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kodok Fraksi dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Pemalang Ikuti Bimtek Nasional di Bali, Indianto: Perkuat Soliditas dan Kerja Kerakyatan Innalillahi! KAHMI Jateng Berduka, Dr. Masrifan Djamil Wafat, Tokoh Kesehatan dan Dakwah Kosgoro 1957 Jateng Dukung Sari Yuliati Jadi Ketua Umum pada Mubes V 2026 Hebat! 12 Mahasiswa UIN Walisongo Lolos Double Degree dan Magang Industri di Taiwan

Pendidikan

Seorang Anak di Pemalang Ditolak Masuk SD karena Dinilai Hiperaktif, Orang Tua Pertanyakan Kebijakan Sekolah

badge-check


					Seorang Anak di Pemalang Ditolak Masuk SD karena Dinilai Hiperaktif, Orang Tua Pertanyakan Kebijakan Sekolah Perbesar

WARTA NASIONAL – Seorang anak usia enam tahun di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ditolak masuk di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Pemalang, baru-baru ini.

Hal ini terjadi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Buah Hati Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Diduga pihak sekolah menyebut alasan penolakan tersebut karena calon siswa kerap menunjukkan perilaku hiperaktif seperti tantrum atau ledakan emosi selama waktu belajar saat masih di Taman Kanak-kanak.

Menurut orang tua calon siswa, Adel (35), anaknya menunjukkan minat besar untuk bersekolah di SDIT yang beralamat di Mulyoharjo, Pemalang itu.

Namun, setelah melakukan awal pendaftaran di SDIT itu pada Kamis 30 Oktober 2025 lalu, penolakan justru terjadi pada Senin 3 November 2025 kemarin, pihak sekolah menyampaikan bahwa anaknya belum memenuhi kriteria kesiapan emosi yang ditetapkan.

Lebih lanjut Adel menambahkan, dengan putusan yang diberikan oleh pihak SDIT untuk tidak bisa melanjutkan pendaftaran dengan alasan seperti itu.

“Kami cukup kecewa karena anak kami dianggap belum siap hanya karena dia sering anak hiperaktif dan kadang kala tantrum saat masih di TK yang dulu, padahal menurut kami, itu hal wajar bagi anak seusianya,” ujar Adel saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (4/11).

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang ikut merespon adanya keluhan masyarakat terkait adanya siswa yang ditolak masuk dengan alasan anak hiperaktif saat pendaftaran sekolah.

Kepala Dinas Dindikbud Kabupaten Pemalang, Ismun melalui Sekretaris Dindikbud Kabupaten Pemalang, Titien Soewastiningsih Soebari menyampaikan sudah melakukan klarifikasi ke yayasan yang menaungi TKIT dan SDIT Buah Hati itu.

“Kami sudah klarifikasi dan intinya, ada kekurangan kapasitas komunikasi publik di TKIT nya, jadi mereka memang perlu diperbaiki cara berkomunikasinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, dari pihak yayasan TKIT Buah Hati rencananya akan mendatangi ke rumah pihak keluarga calon siswa tersebut.

“Pihak yayasan akan mendatangi kediamannya dan bahwa anak tersebut sudah masuk indent pendaftaran siswa SDIT Buah Hati tahun 2026,” pungkasnya. ***

Baca Lainnya

Hebat! 12 Mahasiswa UIN Walisongo Lolos Double Degree dan Magang Industri di Taiwan

4 Juni 2026 - 10:07 WIB

12 Mahasiswa UIN Walisongo Lolos Double Degree dan Magang Industri di Taiwan

FISIP Undip Bedah Buku Politik, Mohammad Saleh Soroti Tantangan Politik Digital

23 Mei 2026 - 18:11 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Keren! Pelajar Madrasah Jateng Raih Penghargaan di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

12 Mei 2026 - 17:17 WIB

Madrasah Jawa Tengah Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

Info! Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya

9 Mei 2026 - 09:03 WIB

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya

LSP UIN Walisongo Perkuat Kolaborasi, Studi Banding ke LSP UI untuk Tingkatkan Kualitas Sertifikasi

28 April 2026 - 16:56 WIB

LSP UIN Walisongo Perkuat Kolaborasi, Studi Banding ke LSP UI untuk Tingkatkan Kualitas Sertifikasi
Trending di Pendidikan