WARTA NASIONAL – Anggota DPD RI perwakilan Jawa Tengah, Abdul Kholik, mengatakan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam dialog Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).
Dalam dialog bertema “UMKM Berbasis Masjid” yang dipandu Fajar Tri Utami, Abdul Kholik menjelaskan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Masjid juga memiliki berbagai instrumen. Bahkan dalam perkembangannya, masjid memiliki sumber daya yang dapat didorong, seperti pengumpulan dana yang nilainya cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, peluang usaha di Indonesia cukup luas dan generasi muda, termasuk para santri, perlu didorong untuk berani menjadi entrepreneur. Ia menyebutkan tiga sektor yang berpotensi dikembangkan, yaitu pertanian, maritim, dan pariwisata.
Abdul Kholik juga menilai masjid dapat bekerja sama dengan berbagai instansi untuk membangun unit usaha yang memiliki nilai ekonomi.
“Seperti di MAJT ini ada penginapan yang memiliki nilai ekonomi, kemudian unit usaha di sekitar masjid termasuk event bazar yang berfungsi sebagai pengembangan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan usaha berbasis masjid perlu dilakukan secara terstruktur agar proses pelaksanaan hingga hasil yang dicapai lebih jelas.
Selain itu, ia menyebut banyak masjid saat ini telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sehingga sebagian dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk program pemberdayaan masyarakat, misalnya bantuan modal usaha.
Masjid juga dinilai dapat terlibat dalam hilirisasi komoditas bernilai tinggi, salah satunya kelapa yang memiliki potensi ekonomi besar.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kholik juga mendorong generasi muda masjid untuk memanfaatkan ekonomi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang usaha yang lebih luas melalui berbagai platform digital dan marketplace.
Dalam sesi tanya jawab, peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia, Sofyan Fahriza asal Yogyakarta, menanyakan strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan UMKM berbasis masjid.
Menanggapi hal itu, Abdul Kholik menekankan pentingnya ide usaha, kemauan kuat, serta jejaring dalam membangun usaha.
“Untuk awal, teman-teman harus punya ide usahanya terlebih dahulu, jangan berpikir modalnya dulu. Kemudian kemauan yang kuat untuk menjalankan usaha itu, dan terakhir jejaring,” jelasnya.
Dialog tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Masjid Agung Jawa Tengah, di antaranya Dr KH Muhyiddin MAg dan Drs Istajib AS, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo dan STIE Pena. Kegiatan juga diikuti peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia dari berbagai daerah di Tanah Air.***















