WARTA NASIONAL — Pemerintah Kabupaten Pemalang mulai memperkuat tata kelola data sektor pertanian melalui peluncuran Sapa Ikhlas (Sistem Analitik Data Pangan/Satu Data Pangan untuk Pemalang Bercahaya) di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (12/7/2026).
Program tersebut diluncurkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Nurkholes dan Forkopimda. Peluncuran ditandai dengan pengguntingan balon dan penekanan tombol pada layar videotron.
Anom mengatakan, Sapa Ikhlas diharapkan mampu menghadirkan data pertanian yang akurat dan terkini sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah.
“Tujuan launching Sapa Ikhlas adalah untuk mengakurasi data, terutama data pertanian secara digitalisasi sehingga kita memiliki data yang real time,” kata Anom.
Ia menyebutkan, produksi padi Kabupaten Pemalang saat ini masih mengalami surplus lebih dari 50 ribu ton. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus ditingkatkan melalui penguatan pendataan, penggunaan pupuk dan bibit unggul, serta dukungan irigasi dan pompanisasi.
Anom juga menegaskan bahwa Sapa Ikhlas tidak berhenti pada sektor pertanian. Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan untuk mendukung konsep Smart Village, sehingga tata kelola pemerintahan desa semakin berbasis data dan teknologi.
“Ke depan, Sapa Ikhlas akan kita kembangkan tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Smart Village di Kabupaten Pemalang,” ujarnya.
Digitalisasi data tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah dalam memetakan potensi dan persoalan pertanian secara lebih cepat, sekaligus memastikan program pembangunan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Peluncuran Sapa Ikhlas berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, di antaranya senam bersama, fun game, pentas wayang dalang cilik Ki Narendra Hang Ehsan, pertunjukan tari, nonton bareng Piala Dunia Argentina versus Swiss, pembagian doorprize, hingga hiburan tembang kenangan.













