Menu

Mode Gelap
Baru! Siang Ini, Kode Redeem FF Hari Ini Selasa 10 Februari 2026, Dapatkan Hadiah di reward.ff.garena.com Perkuat Soliditas Kader, PAC PDI Perjuangan Pemalang Gelar Rapat PAC Diperluas Tren Positif dan Tantangan Pesantren Tahfidz MAJT-Baznas Ketua TP PKK Pemalang Tekankan Gerakan Resik, Hijau, Apik hingga Wilayah Pesisir Rektor UIN Walisongo Tekankan Asesmen LAM-SPAK untuk Pengembangan Prodi KPI Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Pemalang, Hari Ini Sabtu 7 Februari 2026: Cek Lokasi!

Daerah

Grib Jaya Dukung Pemkab Pemalang Ubah Lahan Eks TPA Pesalakan Jadi Spot Center

badge-check


					Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi Perbesar

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi

WARTANASIONAL.COM –  Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mendukung penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang yang berencana mengubah lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan menjadi ruang publik atau Spot Center.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi kepada awak media pada Senin 7 April 2025.

Muliadi menyatakan komitmennya untuk turut mengawal program tersebut, demi mewujudkan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi bekas TPA.

Menurut Mulyadi, perubahan fungsi lahan eks TPA Pesalakan yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sejak tahun 1992, merupakan langkah strategis yang patut didukung. Ia menilai, pembangunan ruang publik hijau di atas lahan tersebut tidak hanya akan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga mampu memberikan ruang interaksi sosial yang sehat, menjaga ketersediaan lahan resapan air, menurunkan suhu, serta menghadirkan suasana yang sejuk dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan lahan ini juga diharapkan dapat menyerap karbon dioksida (CO₂), menghasilkan oksigen, dan mendorong pola hidup sehat serta kesadaran lingkungan bagi masyarakat luas.

“Tentu sebagai warga masyarakat, kita harus mendukung program Bupati dalam upaya membangun daerah. Terkait hal ini, GRIB Jaya siap mengawal penuh rencana Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mengubah eks TPA Pesalakan menjadi ruang publik hijau atau spot center, Kami berharap upaya Pemkab Pemalang ini dapat diterima oleh semua pihak,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam mendukung kebijakan ini, agar pembangunan ruang terbuka hijau bisa segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meski demikian, Mulyadi juga menyoroti persoalan darurat sampah yang hingga kini masih belum tertangani secara maksimal.

Menurutnya, program 100 hari kerja pemerintah daerah sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama dalam menangani masalah sampah yang semakin kompleks.

Mulyadi juga menyoroti kinerja TPST Surajaya yang selama ini digadang-gadang mampu mengolah sampah dalam jumlah besar.

Menurutnya, hingga kini TPST tersebut belum mampu memberikan solusi konkret atas persoalan darurat sampah yang tengah dihadapi masyarakat Pemalang. Ia berharap agar Pemkab lebih serius dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan pengelolaan sampah, seiring dengan rencana transformasi lahan eks TPA Pesalakan menjadi ruang terbuka hijau.

Sementara itu di sebelah TPST Surajaya, Pemerintah juga membuka lahan untuk penangan sampah dengan sistem Sanitary Landfiill yang waktunya sangat terbatas “Berdasarkan informasi dari masyarakat Tempat Pengolahan Akhir (TPA ) Surajaya, pada bulan ini (April) menjadi kesempatan terakhir bagi Pemkab untuk membuang sampah secara sanitary landfill di lokasi tersebut. Setelah batas waktu yang telah disepakati berakhir, lantas ke mana lagi sampah-sampah itu akan dibuang? Sementara warga setempat tentu akan dengan tegas menolak,” tegas Mulyadi.

Sebagai informasi tambahan, lahan eks TPA Pesalakan, yang terletak di Desa Pegongsoran, memiliki luas sekitar tujuh hektare dan telah digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sejak 1992. Pada Mei 2023, lokasi ini sempat mengalami kebakaran hebat, dan pada akhir tahun 2024, warga sekitar mendesak agar pemerintah segera menutupnya ditambah dengan kondisi yang semakin memburuk dan tidak lagi dikelola dengan baik. Hingga saat ini, sekitar dua hektare lahan masih tersisa dan menjadi perhatian utama dalam program penataan lingkungan yang sedang dicanangkan.***

Baca Lainnya

Perkuat Soliditas Kader, PAC PDI Perjuangan Pemalang Gelar Rapat PAC Diperluas

8 Februari 2026 - 20:53 WIB

Perkuat Soliditas Kader, PAC PDI Perjuangan Pemalang Gelar Rapat PAC Diperluas

Ketua TP PKK Pemalang Tekankan Gerakan Resik, Hijau, Apik hingga Wilayah Pesisir

7 Februari 2026 - 12:21 WIB

Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie saat melantik Ketua TP PKK Kecamatan,

Dukung UMKM, Baznas Jateng Berikan Bantuan Modal Usaha kepada 85 Pelaku Usaha di Pemalang

4 Februari 2026 - 12:15 WIB

85 Pelaku Usaha di Pemalang Terima Bantuan Modal Usaha dari Baznas Provinsi

Pemprov Jateng Sebut 45 Bencana Terjadi Selama 1-25 Januari 2026, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

2 Februari 2026 - 21:29 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

BRI Peduli, Branch Office Pemalang Salurkan Bantuan Logistik bagi Pengungsi Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Pulosari

2 Februari 2026 - 12:29 WIB

Branch Office Pemalang Salurkan Bantuan Logistik bagi Pengungsi Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Pulosari
Trending di Daerah