Menu

Mode Gelap
Harpelnas 2026, Dirut Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun Langsung Temui Pelanggan dari Rumah ke Rumah Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Daerah

Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Jamasan Pusaka Pemalang Digelar Malam Hari di Ndalem Notonagoro

badge-check


					Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Jamasan Pusaka Pemalang Digelar Malam Hari di Ndalem Notonagoro Perbesar

Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Jamasan Pusaka Pemalang Digelar Malam Hari di Ndalem Notonagoro

WARTA NASIONAL — Tradisi Jamasan Pusaka Kadipaten Pemalang tahun 2026 berlangsung dengan nuansa berbeda. Jika biasanya digelar pada pagi hari di Garasi Rumah Dinas Bupati, tahun ini prosesi jamasan dilaksanakan pada malam hari di Bangunan Cagar Budaya Ndalem Notonagoro, Rabu (24/6/2026).

Sebelum prosesi dimulai, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama istri, Wakil Bupati Nurkholes bersama istri, para kepala perangkat daerah dan pengombyong melakukan kirab budaya dari Pendopo Kabupaten menuju Ndalem Notonagoro dengan berjalan kaki dan hanya diterangi obor.

Setibanya di lokasi, rangkaian acara diawali doa bersama, laporan penyelenggara dan sambutan Bupati yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penjamasan pusaka Kabupaten Pemalang oleh Bupati Anom didampingi KRAT Purwanto Condro Nagoro.

Bupati juga turut menjamas kereta kencana Kyai Seto Mraman, sedangkan kereta kencana Kyai Turangga Jati dijamas oleh Wakil Bupati Nurkholes. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng.

Dalam sambutannya, Anom mengatakan pusaka bukan sekadar benda peninggalan leluhur, tetapi menyimpan nilai sejarah dan menjadi saksi perjalanan panjang suatu daerah.

“Pusaka bukan sekadar benda warisan, tetapi juga menyimpan sejarah dan menjadi saksi perjalanan waktu,” ujar Anom.

Menurutnya, jamasan tidak hanya bertujuan merawat pusaka dan kereta kencana, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, terutama semangat gotong royong, kebersamaan dan saling menghormati.

Anom mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya adiluhung sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui tenaga, pikiran dan gagasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, mengatakan tradisi jamasan menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Kadipaten Pemalang sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap warisan leluhur.

Rangkaian kegiatan jamasan tahun ini meliputi boyong kereta kencana, beber ringgit wacucal dan prosesi jamasan. Pada malam hari, prosesi utama digelar di Ndalem Notonagoro mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Adapun pusaka yang dijamas meliputi Pusaka Kadipaten Pemalang, Kereta Kencana Kyai Seto Mraman dan Kereta Kencana Kyai Turangga Jati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang, seniman, budayawan dan tokoh masyarakat.***

Baca Lainnya

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP

Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

1 September 2026 - 20:05 WIB

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Trending di Daerah