Menu ✖

Mode Gelap
Ketua DPD Golkar Jateng Mohammad Saleh Dorong AMPG Rangkul Seluruh Elemen Pemuda dan Bentuk Satgas Bencana Pegadaian Kanwil XI Semarang Hidupkan Semangat Berbagi Lewat Program Mengetuk Pintu Langit BRI Peduli TJSL Dukung Pembangunan Talud Saluran Irigasi Desa Banjarsari Pemalang BRI Pemalang Salurkan Program TJSL untuk Perbaikan Jalan Desa Danasari BRI Peduli TJSL Bangun Sarana Ibadah di Rutan Kelas IIB Pemalang, Dukung Pembinaan Spiritual Warga Binaan Rosi Alfon Nugroho hingga Novi Lailatul Faroh Dilantik, Ini Jabatan Barunya

Daerah

Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah

badge-check


					Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM., meninjau langsung pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (20/7/2026). Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM., meninjau langsung pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (20/7/2026).

WARTA NASIONAL – Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM., meninjau langsung pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (20/7/2026).

Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan masuknya air pesisir laut ke saluran irigasi pertanian yang selama ini dikeluhkan para petani.

Saat berada di lokasi, Fahmidh menyampaikan bahwa pembangunan bendungan dan talud merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat, khususnya para petani di wilayah setempat.

“Alhamdulillah hari ini kita meninjau pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari. Mudah-mudahan pembangunan ini sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pemalang itu.

Ia menjelaskan, pembangunan bendungan dilakukan untuk menahan air dari pesisir laut agar tidak masuk ke jaringan irigasi pertanian yang dapat merusak kualitas air sawah.

“Kenapa dibangunnya bendungan ini? Karena ini adalah aspirasi dari masyarakat kami, khususnya para petani, supaya air dari pesisir laut itu tidak masuk ke irigasi pertanian. Maka dari itu kita bangun bendungan dan talud untuk menyelesaikan dan memberikan solusi atas persoalan tersebut,” jelasnya.

Menurut Fahmidh, keluhan terkait masuknya air laut ke saluran pertanian bukan persoalan baru, melainkan masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Hal itu terjadi karena sungai di wilayah tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Keluhan ini kemungkinan sudah puluhan tahun, karena ini adalah sungai provinsi. Jadi persoalan ini memang sudah lama dirasakan oleh para petani,” katanya.

Dosen ITB Adias Pemalang itu berharap pembangunan bendungan irigasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Desa Danasari, terutama dalam menjaga kualitas air irigasi dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Mudah-mudahan ke depan petani kami semakin sejahtera dan dimudahkan dengan adanya bendungan dan talud ini. Semoga pembangunan ini bisa menyelesaikan apa yang selama ini menjadi permasalahan dan keluhan para petani,” pungkas Fahmidh.

Peninjauan tersebut juga dihadiri masyarakat sekitar dan para pekerja proyek yang sedang melakukan pengerjaan bendungan dan talud di sepanjang aliran sungai kawasan Dusun Bungin, Desa Danasari.

Warga Dusun Bungin, Mujiono (47), menyambut baik pembangunan bendungan dan talud tersebut. Ia mengatakan para petani selama ini sering mengalami kesulitan karena air laut masuk ke saluran irigasi saat kondisi tertentu.

“Kami sangat bersyukur ada pembangunan bendungan ini. Selama bertahun-tahun petani di sini mengeluhkan air laut yang masuk ke saluran irigasi sehingga memengaruhi tanaman padi. Harapan kami, setelah bendungan selesai, sawah tidak lagi terdampak air asin dan hasil panen bisa lebih baik,” ujar Mujiono.

Senada dengan itu, Takri (50), warga Bungin Danasari lainnya, menilai pembangunan bendungan merupakan kebutuhan mendesak bagi petani setempat.

“Ini memang yang paling dibutuhkan masyarakat, khususnya petani. Dulu kalau air laut masuk, tanaman sering terganggu. Kami berterima kasih karena aspirasi warga akhirnya direalisasikan. Semoga bendungan dan talud ini benar-benar bisa menjadi solusi jangka panjang bagi pertanian di Bungin,” kata Takri.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat, pembangunan bendungan irigasi di Dusun Bungin diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam melindungi lahan pertanian dari intrusi air laut serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Danasari.***

Baca Lainnya

Ketua DPD Golkar Jateng Mohammad Saleh Dorong AMPG Rangkul Seluruh Elemen Pemuda dan Bentuk Satgas Bencana

23 Oktober 2026 - 14:54 WIB

BRI Peduli TJSL Dukung Pembangunan Talud Saluran Irigasi Desa Banjarsari Pemalang

22 Oktober 2026 - 22:30 WIB

BRI Pemalang Salurkan Program TJSL untuk Perbaikan Jalan Desa Danasari

22 Oktober 2026 - 21:48 WIB

BRI Peduli TJSL Bangun Sarana Ibadah di Rutan Kelas IIB Pemalang, Dukung Pembinaan Spiritual Warga Binaan

22 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Rosi Alfon Nugroho hingga Novi Lailatul Faroh Dilantik, Ini Jabatan Barunya

21 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Trending di Daerah