Menu

Mode Gelap
Ketika Kampus Negeri Tersandung, Kemana Jatidiri UNSOED (JDU)? Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Semangat Warga Pemalang Peringati HUT ke-81 RI, Olahraga dan Ruang Publik Jadi Penggerak Ekonomi Desa Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Obor Comal Estafet 2026: Semangat Lari Simbol Langkah Bersama Bangun Pemalang Dari RT hingga Kecamatan, PTMSI Jateng Dorong Pembinaan Tenis Meja Masif di Karanganyar Muhammadiyah Pemalang Tolak Keras Toko Miras Berkedok Restoran di Pantura Ampelgading Sidak Outlet HWG Pemalang, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Desak Satpol PP dan Kapolres Segera Bertindak

Daerah

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Perizinan Kapal Nelayan Gratis, Minta Laporkan Jika Ada Pungutan

badge-check


					Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Perizinan Kapal Nelayan Gratis, Minta Laporkan Jika Ada Pungutan Perbesar

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Perizinan Kapal Nelayan Gratis, Minta Laporkan Jika Ada Pungutan

WARTA NASIONAL – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan layanan jemput bola perizinan kapal bagi nelayan kecil di wilayah pesisir diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan adanya praktik pungutan dalam proses pengurusan perizinan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menyerahkan secara simbolis dokumen perizinan berusaha subsektor penangkapan ikan kepada para nelayan dalam kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga mengajak para nelayan yang telah mendapatkan layanan untuk menyampaikan informasi kepada rekan-rekan nelayan lainnya agar segera mengurus perizinan usaha penangkapan ikan.

“Kasih tahu temannya yang lain, suruh ke sini biar segera diproses. Semoga berkah nggih,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa layanan tersebut menyasar nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan hingga 12 mil laut, yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Di bawah 12 mil itu biasanya termasuk kapal kecil, kurang dari 10 GT. Hari ini kami melakukan jemput bola layanan perizinan. Kami memiliki inovasi Jebol Ikan atau Jemput Bola Perizinan Kapal Nelayan yang memang menyasar nelayan-nelayan kecil,” kata Sakina.

Menurutnya, program tersebut hadir untuk membantu nelayan yang masih mengalami kesulitan mengakses sistem perizinan berbasis digital melalui OSS RBA (Online Single Submission Risk-Based Approach).

“Nelayan kecil ini termasuk kelompok yang rentan. Pengetahuan terkait OSS dan aplikasi masih terbatas, sehingga kami yang mendatangi mereka. Ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan publik prima di Jawa Tengah,” ujarnya.

Melalui layanan jemput bola tersebut, petugas memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pembuatan email, pengisian data OSS RBA, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), hingga Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Sakina menegaskan seluruh proses layanan diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun. Program Jebol Ikan sendiri telah dilaksanakan di sejumlah wilayah pesisir, di antaranya Kabupaten Brebes dan Kota Tegal, serta akan dilanjutkan ke wilayah Klidang Lor, Kabupaten Batang.

“Dengan memiliki izin, nelayan secara hukum memiliki kegiatan yang sah. Ketika ada pengawasan dari petugas kelautan dan perikanan, mereka dapat menunjukkan bahwa kapal dan usahanya telah memiliki izin resmi,” jelasnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Brebes, Rudi Hartono, menyambut positif program jemput bola tersebut. Ia menilai layanan itu sangat membantu nelayan dalam memperoleh legalitas usaha tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Untuk Kabupaten Brebes sendiri kurang lebih sudah ada lebih dari 500 nelayan yang terlayani perizinannya. Namun masih ada beberapa yang belum karena belum memahami atau belum mendapatkan informasi,” ujarnya.

Selain itu, sekitar 1.500 kapal di bawah 6 GT di Kabupaten Brebes juga telah mendapatkan layanan penerbitan dokumen pas kecil dan Elektronik Buku Kapal Perikanan (E-BKP).

“Dengan adanya jemput bola itu nelayan merasa sangat terbantu. Tidak ada biaya sepeser pun. Nelayan akhirnya memiliki izin semua,” katanya.

Rudi turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Ahmad Luthfi, yang secara konsisten menghadirkan program jemput bola perizinan bagi nelayan kecil di berbagai daerah pesisir.

Menurutnya, program tersebut memberikan kemudahan sekaligus kepastian hukum bagi nelayan dalam menjalankan usahanya.***

Baca Lainnya

Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Semangat Warga Pemalang Peringati HUT ke-81 RI, Olahraga dan Ruang Publik Jadi Penggerak Ekonomi Desa

23 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Penjabat Bupati Pemalang, Nurkholes, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan kebersamaan warga dalam memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Obor Comal Estafet 2026: Semangat Lari Simbol Langkah Bersama Bangun Pemalang

23 Agustus 2026 - 05:23 WIB

kemeriahan lomba lari malam membawa obor di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, pada Sabtu (22/8/2026)

Muhammadiyah Pemalang Tolak Keras Toko Miras Berkedok Restoran di Pantura Ampelgading

22 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ketua PDM Kabupaten Pemalang, Sapto Suhendro,

Sidak Outlet HWG Pemalang, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Desak Satpol PP dan Kapolres Segera Bertindak

22 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah toko minuman keras berkedok Outlet HWG yang berlokasi di jalur Pantura Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik

18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang, dan Belik
Trending di Daerah