WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta pemerintah daerah memastikan perbaikan jalan rusak di wilayah Jawa Tengah dapat diselesaikan sebelum arus mudik Lebaran 2026.
Kondisi jalan yang aman dan layak dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran serta keselamatan para pemudik.
Menurut Saleh, pemerintah perlu segera menangani seluruh titik kerusakan, khususnya jalan berlubang, agar tidak membahayakan pengguna jalan saat arus mudik berlangsung.
“Perbaikan jalan harus menjadi prioritas menjelang mudik Lebaran. Keselamatan masyarakat adalah hal utama, sehingga seluruh titik kerusakan harus ditangani tepat waktu,” ujar Saleh.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan sebanyak 4.870 titik jalan berlubang yang tersebar di berbagai wilayah. Perbaikan tersebut ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026.
Adapun total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Dari hasil pendataan terbaru, terdapat sekitar 4.870 titik lubang yang menjadi prioritas penanganan.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu menilai target tersebut harus dikawal secara serius agar proses pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana.
Ia juga mendorong dinas terkait untuk melakukan pemantauan rutin di lapangan serta mempercepat proses perbaikan, terutama pada jalur-jalur utama yang menjadi akses utama pemudik.
“Kami di DPRD tentu akan mengawal agar target perbaikan ini benar-benar terealisasi sebelum puncak arus mudik. Infrastruktur jalan yang baik akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” katanya.
Saleh berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat berjalan optimal sehingga arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.














