Menu

Mode Gelap
Harpelnas 2026, Dirut Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun Langsung Temui Pelanggan dari Rumah ke Rumah Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Daerah

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,39 Persen, Mohammad Saleh Minta Program Pengentasan Dipercepat

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Meski demikian, ia meminta pemerintah daerah tetap menggenjot program pengentasan kemiskinan agar tren positif tersebut dapat terus berlanjut.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2025 tercatat mencapai 3,34 juta orang atau sebesar 9,39 persen.

Angka tersebut menurun dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 9,48 persen, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang.

Jika dibandingkan dengan periode September 2024, angka kemiskinan di Jawa Tengah juga tercatat turun sebanyak 51,52 ribu orang. Penurunan ini menunjukkan berbagai program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Penurunan angka kemiskinan ini patut kita syukuri. Ini menunjukkan upaya pemerintah bersama seluruh pihak mulai membuahkan hasil,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025. Selain itu, peningkatan produksi padi sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG) serta turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,66 persen turut memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Ketika ekonomi tumbuh, produksi pertanian meningkat, dan pengangguran menurun, dampaknya tentu dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan,” ungkap Saleh.

Meski demikian, Saleh menegaskan pemerintah daerah tidak boleh lengah. Ia meminta program pengentasan kemiskinan tetap diperkuat, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, penguatan UMKM, serta perluasan lapangan kerja.

“Program pengentasan kemiskinan harus terus digenjot. Fokusnya tidak hanya bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mereka bisa mandiri,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong agar program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran dan menyasar wilayah-wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

“Dengan kerja yang konsisten dan kolaborasi semua pihak, saya optimistis angka kemiskinan di Jawa Tengah bisa terus ditekan,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP

Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

1 September 2026 - 20:05 WIB

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Trending di Daerah