Menu

Mode Gelap
DPC Peradi Pemalang Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Misbakhul Munir Nahkodai Organisasi Malam Ini! 19 Kode Redeem Free Fire Terbaru Sabtu 25 Juli 2026, Buruan Klaim Hadiah Gratis Sebelum Hangus AJI Desak Prabowo Minta Maaf Usai Sebut Wartawan dan Jurnalis ‘Londo Ireng’ Ketua PWI Solo: Pernyataan ‘Londo Ireng’ Berpotensi Timbulkan Stigma terhadap Wartawan Siswanto Dorong Program Pengolahan Sampah Maggot Jadi Solusi Lingkungan dan Peningkatan Ekonomi Warga Pegadaian Kanwil XI Semarang Perkuat Sinergi dengan POLRI, Tingkatkan Keamanan Operasional dan Kepercayaan Nasabah

Daerah

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,39 Persen, Mohammad Saleh Minta Program Pengentasan Dipercepat

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Meski demikian, ia meminta pemerintah daerah tetap menggenjot program pengentasan kemiskinan agar tren positif tersebut dapat terus berlanjut.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2025 tercatat mencapai 3,34 juta orang atau sebesar 9,39 persen.

Angka tersebut menurun dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 9,48 persen, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang.

Jika dibandingkan dengan periode September 2024, angka kemiskinan di Jawa Tengah juga tercatat turun sebanyak 51,52 ribu orang. Penurunan ini menunjukkan berbagai program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Penurunan angka kemiskinan ini patut kita syukuri. Ini menunjukkan upaya pemerintah bersama seluruh pihak mulai membuahkan hasil,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025. Selain itu, peningkatan produksi padi sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG) serta turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,66 persen turut memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Ketika ekonomi tumbuh, produksi pertanian meningkat, dan pengangguran menurun, dampaknya tentu dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan,” ungkap Saleh.

Meski demikian, Saleh menegaskan pemerintah daerah tidak boleh lengah. Ia meminta program pengentasan kemiskinan tetap diperkuat, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, penguatan UMKM, serta perluasan lapangan kerja.

“Program pengentasan kemiskinan harus terus digenjot. Fokusnya tidak hanya bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mereka bisa mandiri,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong agar program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran dan menyasar wilayah-wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

“Dengan kerja yang konsisten dan kolaborasi semua pihak, saya optimistis angka kemiskinan di Jawa Tengah bisa terus ditekan,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

DPC Peradi Pemalang Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Misbakhul Munir Nahkodai Organisasi

25 Juli 2026 - 20:44 WIB

DPC Peradi Pemalang Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Misbakhul Munir Nahkodai Organisasi

Ketua PWI Solo: Pernyataan ‘Londo Ireng’ Berpotensi Timbulkan Stigma terhadap Wartawan

25 Juli 2026 - 14:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

Siswanto Dorong Program Pengolahan Sampah Maggot Jadi Solusi Lingkungan dan Peningkatan Ekonomi Warga

25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Pegadaian Kanwil XI Semarang Perkuat Sinergi dengan POLRI, Tingkatkan Keamanan Operasional dan Kepercayaan Nasabah

25 Juli 2026 - 08:20 WIB

Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia

23 Juli 2026 - 16:47 WIB

Trending di Daerah