Menu

Mode Gelap
Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

Opini

Zohran Mamdani: Harapan dari Minoritas untuk Mewarnai Politik Amerika

badge-check


					Ciptadi Prasetyo, ST Perbesar

Ciptadi Prasetyo, ST

Oleh : Ciptadi Prasetyo, ST*

WARTA NASIONAL – Zohran Mamdani adalah seorang politisi muda Amerika Serikat keturunan India yang beragama Islam. Ia dan keluarganya merupakan imigran yang menetap di New York sejak ia masih kanak-kanak. Sebagai bagian dari komunitas minoritas Muslim di negara yang sekuler dan liberal seperti Amerika Serikat, Mamdani tumbuh dalam lingkungan yang tidak selalu ramah terhadap identitasnya.

Hidup sebagai Muslim di Amerika bukanlah perkara mudah. Banyak stigma dan prasangka yang menempel akibat narasi media yang sering menyudutkan komunitas Muslim. Label seperti radikal, eksklusif, atau intoleran kerap muncul, membentuk citra negatif yang sulit dilepaskan. Dalam kondisi seperti itu, keputusan Mamdani untuk terjun ke dunia politik bukan hanya langkah berani, tapi juga sebuah upaya membongkar stereotip yang selama ini membelenggu.

Namun, Mamdani berhasil membalikkan persepsi itu. Di media, ia dikenal sebagai politisi muda berusia 33 tahun yang memulai kariernya sebagai konsultan perumahan. Tak hanya itu, ia juga pernah menekuni dunia musik sebagai penyanyi rap. Gaya hidupnya yang egaliter dan sikap sosialnya yang terbuka menjadikannya sosok yang diterima oleh banyak kalangan, khususnya generasi milenial.

Dukungan terhadap Mamdani bukan semata karena identitas keagamaannya, melainkan karena integritas pribadi, rekam jejak profesional, serta gagasan-gagasan progresif yang ia bawa. Dalam visi kampanyenya, ia menyuarakan dukungan terhadap layanan bus gratis, penghentian sementara kenaikan sewa pada properti dengan sewa yang dikendalikan serta pendirian toko bahan makanan yang dikelola pemerintah kota (Wikipedia).

Ia dikenal vokal dalam menyuarakan keadilan sosial, termasuk secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina — sebuah sikap politik yang tidak populer di Amerika, bahkan menuai kemarahan dari Presiden Donald Trump saat itu. Dalam kampanyenya, Mamdani bahkan berani mengatakan, “Jika saya terpilih, saya akan menangkap Netanyahu.” (Kompas.com)

Pernyataan itu tentu menimbulkan kontroversi, tetapi juga mencerminkan keberpihakan Mamdani pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia tidak dipilih karena agamanya, melainkan karena keberanian, keteguhan sikap, dan visi sosialnya yang menyentuh kebutuhan banyak warga New York — khususnya anak-anak muda yang mendambakan perubahan dari tatanan lama yang dianggap tidak lagi relevan.

Meski sempat diragukan oleh sebagian kalangan karena latar belakangnya, kini Mamdani justru menunjukkan bahwa identitas Muslim bukanlah penghalang untuk berkontribusi dan memimpin. Sebagai sesama Muslim, kita dapat melihat sosok Mamdani sebagai cerminan bahwa nilai-nilai Islam — ketika diterjemahkan dalam bentuk integritas, inklusivitas, dan keberpihakan pada keadilan — mampu berdiri tegak di tengah masyarakat Barat yang rasional dan sekuler.

Mamdani adalah harapan baru. Jika ia terpilih, maka kemenangan itu bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi wajah Islam yang lebih inklusif dan manusiawi di panggung dunia. Semoga keberaniannya menangkap simbol ketidakadilan seperti Netanyahu menjadi simbol bahwa keadilan dan kemanusiaan dapat menembus batas-batas identitas agama dan ras.

Pemalang, 1 Juli 2025

Baca Lainnya

Ketika Kampus Negeri Tersandung, Kemana Jatidiri UNSOED (JDU)?

24 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Rumah Sakit dan Dua Matahari: Memahami Birokrasi Profesional dan Dual Leadership

22 Agustus 2026 - 11:19 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Hakim Sejahtera, Peradilan Berintegritas: Menguatkan Komisi Yudisial dan Penghubung KY di Daerah

12 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Koordinator Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan

Reminder Penguasa Langit Terhadap Bumi Venezuela

4 Juli 2026 - 11:11 WIB

Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah

27 Juni 2026 - 21:11 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi,Lc.MA
Trending di Opini