Menu

Mode Gelap
Sidak Outlet HWG Pemalang, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Desak Satpol PP dan Kapolres Segera Bertindak Rumah Sakit dan Dua Matahari: Memahami Birokrasi Profesional dan Dual Leadership KPK Periksa Sekda dan Kadis PUPR Pemalang sebagai Saksi Kasus Anom Widiyantoro Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Sosialisasikan Cara Cuci Tangan yang Benar di SDN 02 Ngrapah DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik PTMSI Jateng dan Udinus Matangkan Persiapan POPDA, GOR Satria Siap Digunakan

Opini

Rumah Sakit dan Dua Matahari: Memahami Birokrasi Profesional dan Dual Leadership

badge-check


					dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua Perbesar

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

WARTA NASIONAL – Pernahkah kita bertanya, mengapa rumah sakit tidak bisa dipimpin seperti kantor pemerintahan biasa atau sebuah pabrik? Direktur memang berada di puncak organisasi, tetapi Direktur tidak menentukan obat apa yang harus diberikan kepada pasien atau bagaimana seorang dokter melakukan operasi.

Henry Mintzberg menjelaskan rumah sakit sebagai Professional Bureaucracy atau Birokrasi Profesional. Dalam organisasi seperti ini, kekuatan tidak hanya berada pada jabatan struktural. Kekuatan juga berada pada para profesional dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya—karena merekalah yang memiliki kompetensi untuk mengambil keputusan dalam pelayanan pasien.

Di pabrik, atasan dapat menentukan proses kerja secara rinci dan bawahan melaksanakannya. Di rumah sakit tidak sesederhana itu. Dokter mengambil keputusan berdasarkan ilmu, kompetensi, standar profesi, pengalaman, dan kondisi pasien. Karena itu, menurut Mintzberg, rumah sakit lebih banyak bekerja melalui standardisasi kompetensi, bukan sekadar standardisasi perintah.

Contoh menarik adalah Mayo Clinic di Amerika Serikat dengan prinsip terkenalnya, “The needs of the patient come first.” Dokter dari berbagai spesialisasi bekerja bersama perawat, farmasi, laboratorium, dan profesi lainnya sebagai satu tim. Kepemimpinan tetap kuat, tetapi tujuannya bukan menguasai keputusan profesional, melainkan membangun sistem agar berbagai keahlian dapat bekerja bersama untuk pasien.

Dari sinilah muncul karakter lain rumah sakit: dual leadership atau kepemimpinan ganda

Ada kepemimpinan manajerial yang mengurus organisasi, SDM, anggaran, sarana, regulasi, dan keberlanjutan rumah sakit. Di sisi lain terdapat kepemimpinan klinis, yang menjaga mutu profesi, kewenangan klinis, keselamatan pasien, dan keputusan pelayanan.

Keduanya bukan dua matahari yang harus saling berebut kekuasaan. Keduanya justru harus menjadi dua sisi kepemimpinan yang saling melengkapi.

Pada RSUD situasinya bahkan lebih kompleks. Rumah sakit hidup dalam dua dunia: birokrasi pemerintahan dan profesionalisme pelayanan kesehatan.

Administrasi membutuhkan kepatuhan terhadap aturan, sedangkan pelayanan membutuhkan ruang bagi pertimbangan profesional.

Karena itu, Direktur rumah sakit yang kuat bukanlah Direktur yang mengambil semua keputusan. Ia adalah pemimpin yang mampu menyatukan manajemen dan klinisi, aturan dan profesionalisme, efisiensi dan mutu, serta kepentingan organisasi dan kepentingan pasien.

Pada akhirnya, rumah sakit tidak membutuhkan semakin banyak perintah. Rumah sakit membutuhkan semakin banyak kolaborasi.
Semarang, 22 Agustus 2026

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital

Baca Lainnya

Hakim Sejahtera, Peradilan Berintegritas: Menguatkan Komisi Yudisial dan Penghubung KY di Daerah

12 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Koordinator Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan

Reminder Penguasa Langit Terhadap Bumi Venezuela

4 Juli 2026 - 11:11 WIB

Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah

27 Juni 2026 - 21:11 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi,Lc.MA

Jalan Rusak di Pemalang: Bukti Pengingkaran Amanat Konstitusi

10 Juni 2026 - 16:29 WIB

Ilustrasi - Jalan Rusak

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah
Trending di Opini