Menu

Mode Gelap
Info Loker! Lowongan Kerja Dapur SPPG di Kota Semarang, Butuh Chef dan Admin Medsos Sore Ini! Kode Redeem FF Terbaru Senin, 18 Mei 2026: Klaim Bundle Gintama hingga Emote Gratis Silaturahmi dan Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Akan Digelar di Pemalang, Catat Tanggalnya! Spesial Weekend! Kode Redeem Free Fire Terbaru Mei 2026, Klaim Bundle Gintoki hingga MP40 Cobra Gratis Info Kehilangan! Motor Honda Beat Deluxe Hilang Saat Jamaah Subuh di Masjid Darussalam Sugihwaras Jelang Idul Adha 2026, Mohammad Saleh Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Daerah

Teken MoU, RSI Sultan Agung Semarang dan DMI Jateng Resmi Jalin Kolaborasi Strategis Melalui Program Sinergi Umat

badge-check


					Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSIA dr Vito Mahendra bersama Sekretaris DMI Jateng, Prof Imam Yahya usai menandatangani kerja sama dakwah kesehatan Perbesar

Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSIA dr Vito Mahendra bersama Sekretaris DMI Jateng, Prof Imam Yahya usai menandatangani kerja sama dakwah kesehatan

WARTA NASIONAL – RSI Sultan Agung Semarang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kolaborasi strategis melalui Program Sinergi Umat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium RSI-SA Semarang pada hari Jumat (9/5/2025), sebagai upaya memperkuat dakwah kesehatan melalui masjid-masjid binaan DMI.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam menyatukan visi kedua lembaga untuk menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan layanan kesehatan Islami yang lebih dekat dengan umat.

Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. Vito Mahendra, M.Si.Med, Sp.B, Sub.SpBD (K), mewakili Direktur Utama RSI-SA Semarang memberikan sambutan kepada seluruh anggota tamu undangan.

Dalam sambutannya, dr. Vito menyampaikan arahan Dirut mengenai beberapa skema kerjasama antara RSI SA Semarang dengan DMI Jateng, salah satunya adalah dengan mendirikan posko kesehatan atau klinik pratama di masjid-masjid.

“Pertama adalah penguatan ekonomi kesehatan berbasis Masjid, dimana kami ingin membangun sinergi dengan Masjid sebagai pusat kesehatan masyarakat berbasis syariah,” kata dr. Vito.

Menurutnya, RSI-SA Semarang mendorong didirikannya berbagai posko kesehatan dengan membuat sistem rujukan terintegrasi.

“Apabila kita bekerjasama secara sinergis dengan DMI Jateng insyaallah akan ada kolaborasi secara terarah, terukur, terintegrasi apabila terdapat pasien gawat darurat disekitar masjid,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Vito menyampaikan bahwa RSI-SA Semarang memiliki layanan CSR (Corporate Social Responsibility) yang bekerjasama dengan Lazis-SA untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah sudah berjalan beberapa pelayanan seperti katarak, bedah minor seperti hernia, usus buntu, bibir sumbing gratis dan difasilitasi dana oleh Lazis Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung,” terangnya.

dr. Vito berharap dengan adanya skema kerjasama dengan DMI Jateng akan meningkatkan kesejahteraan umat dan membentuk citra rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan namun juga mengedepankan nilai barokah dan adat dalam pelayanan.

Sementara itu, Sekretaris DMI Jateng, Prof. Dr. KH. Imam Yahya, M.Ag menyambut baik rencana kerjasama antara RSI-SA Semarang dengan DMI Jateng.

“di RSI Sultan Agung ini saya rasa banyak program yang menguntungkan bagi kita sebagai masyarakat muslim,” ungkap Prof. Imam Yahya

Selain itu, beliau juga terkesan dengan nilai-nilai islami yang ada di RSI-SA Semarang seperti halnya ketika ada dokter visit yang kemudian menanyakan apakah pasien sudah salat atau belum.

“Terkesan ketika di ruangan pak dokter atau bu dokter datang tidak langsung tanya obatnya sudah diminum atau belum, tapi ditanya apakah pasien sudah salat atau belum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Imam Yahya mendukung penuh dengan skema kerjasama pendirian klinik pratama di lingkungan masjid.

“Tepat saya kira kalau masjid berbasis kesehatan, saya rasa bagus sekali,” ujarnya.

Prof. Imam berharap kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diterapkan di berbagai Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan paparan layanan kesehatan oleh dr. Vito, salah satu layanan yang disampaikan mengenai pengembangan layanan stem cell halal.

Menurutnya, kebutuhan akan terapi regeneratif terus meningkat, namun tetap harus dijalankan dengan memperhatikan aspek keamanan medis dan kehalalan prosedur.

Ia menambahkan bahwa RSI Sultan Agung telah menyiapkan prosedur terapi berbasis autologous stem cell yang halal, dengan proses pengambilan sel dari tubuh pasien sendiri, diproses melalui sistem yang sesuai standar BPOM dan CPOB, lalu disuntikkan kembali untuk proses regenerasi jaringan.

Acara kemudian diakhiri dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh nakes RSI-SA Semarang kepada para pengurus DMI Jateng. ***

Baca Lainnya

Silaturahmi dan Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Akan Digelar di Pemalang, Catat Tanggalnya!

18 Mei 2026 - 09:24 WIB

Silaturahmi dan Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi' Akan Digelar di Pemalang

Info Kehilangan! Motor Honda Beat Deluxe Hilang Saat Jamaah Subuh di Masjid Darussalam Sugihwaras

16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Ilustrasi - Motor roda 2

Jelang Idul Adha 2026, Mohammad Saleh Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

16 Mei 2026 - 10:49 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

Viral CCTV Pencuri Bersajam di Pemalang, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

16 Mei 2026 - 10:20 WIB

Aksi Pencuri Bersenjata Tajam Terekam CCTV di Sonokeling Pelutan Pemalang, Warga Diminta Waspada

Info! Jadwal Samsat Keliling Pemalang Sabtu 16 Mei 2026, Catat Lokasi Layanannya

16 Mei 2026 - 09:47 WIB

Samsat Keliling
Trending di Daerah