Menu

Mode Gelap
Jelang Muscab PKB Pemalang, Sejumlah Nama Kuat Mulai Mencuat Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan Info Loker! BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen Nasional, Kesempatan Karier Terbuka Hingga 15 April 2026 Bantu Wong Cilik, PDI Perjuangan Pemalang Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen Komisi D DPRD Pemalang Dukung Transformasi INSIP Jadi Universitas Islam Pemalang, Dorong Program Dua Sarjana Satu Desa Program ‘Mengetuk Pintu Langit’, Pegadaian Kanwil XI Semarang Libatkan UMKM Bantu Warga

Opini

Tarik Ulur Seleksi Sekda: Brebes Butuh Birokrasi Bersih

badge-check


					Aristianto Zamzami Perbesar

Aristianto Zamzami

Oleh: Aristianto Zamzami*

WARTA NASIONAL – Sembilan nama ditetapkan sebagai hasil seleksi administrasi sekretaris daerah dan akan mengikuti tahapan uji kompetensi melalui Assessment Center, di gedung TNCC lantai 3 Mabes Polri 15-16 September 2025. Hal ini dilakukan berdasarkan surat pengumuman bernomor: 037/Pansel.JPTP.Sekda.BBS/IX/2025.

Proses penetapan sekda ini menjadi salah satu moment krusial bagi masyarakat Brebes. Dimana kabupaten berpenduduk 2,06juta jiwa ini, berdasarkan data dari BPS, menjadi kabupaten termiskin di Provinsi Jawa Tengah. Meski jumlah penduduk miskin tercatat 257,29ribu jiwa, menurun dari data tahun 2024 yang berjumlah 283,28 ribu.

Dalam situasi ini Brebes tidak butuh Sekda yang sekedar loyal kepada Bupati atau kelompok politik tertentu. Brebes membutuhkan sosok birokrat visioner, netral, berani dan mampu memimpin perangkat daerah agar bekerja professional untuk rakyat.

Pengangkatan Sekda bukan sekedar urusan birokrasi internal. Jabatan ini akan mempengaruhi bagaimana APBD dikelola, bagaimana layanan public berjalan hingga bagaimana kabupaten Brebes bisa keluar dari stigma Miskin Ekstrim. Kabupaten Brebes saat ini sedang dalam persimpangan jalan. Apakah jabatan Sekretaris Daerah hanya akan menjadi hadiah politik bagi segelintir oknum?!

Publik Jangan Sekedar Jadi Penonton

Seleksi sekda brebes adalah moment strategis namun memiliki potensi konflik dan rawan manipulasi. Belajar dari pengalaman daerah lain contohnya : Kota Makasar (2021) seleksi Sekda bermasalah hingga KASN turuntangan karena dinilai tidak sesuai merit system. Kabupaten Cirebon proses seleksi sempat berlanjut ke meja hijau PTUN karena keberatan dari kandidat, dan lain-lain contoh.

Pengawalan publik menjadi Harga Mati!, dengan pengawalan hasil seleksi akan lebih kredibel, kepercayan rakyat meningkat, serta diharapkan mengurangi potensi manipulatif kepentingan anasir-anasir kelompok politik tertentu.

Saya berpendapat dan mengajak segenap masyarakat brebes untuk melakukan pengawalan publik dengan cara sederhana seperti:

1. Pantau Informasi Resmi. Publik bisa memastikan inforasi terkait seleksi dan akses untuk itu terbuka. Ikut memantau isu yang berkembang baik dari proses seleksi, maupun kredibilitas kandidat yang masuk. Tentunya dengan bijak memilih dan memilah info yang beredar agar terhindar dari hoax dan penggiringan kelompok tertentu

2. Gunakan media baik media publik maupun media social dan forum warga. Diskusi public bisa mendorong transparasi dan menekan peluang titipan

3. Laporkan! Jikalau masyarakat merasa ada kejanggalan bisa melaporkan pada : BKD, BKPSDM maupun Ombudsman Republik Indonesia

Mari kita bergerak memastikan jabatan ini benar-benar diisi oleh sosok yang mumpuni membawa Kabupaten Brebes kepada wujud dan potensi terbaiknya.

*) Mahasiswa Paska Sarjana Univ Muhadi Setiabudi Brebes. Pemerhati masalah social kemasyarakatan, putra daerah Brebes, saat ini berdomisili di Kota Cirebon

Baca Lainnya

Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan

11 April 2026 - 10:07 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

NU Tidak Akan Maju dan Modern Jika Politik Uang Masih Membayangi Pemilihan Ketua Umum

7 April 2026 - 09:17 WIB

Sekretaris Jenderal HIMANU

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

26 Maret 2026 - 12:14 WIB

Tony Rosyid

Lebaran: Beda tapi Bahagia

20 Maret 2026 - 09:56 WIB

Perang Timur Tengah: Momentum Strategis Percepatan Legalisasi Sumur Rakyat di Jateng, Jatim, dan Sumatera

11 Maret 2026 - 23:11 WIB

Perang Timur Tengah: Momentum Strategis Percepatan Legalisasi Sumur Rakyat di Jateng, Jatim, dan Sumatera
Trending di Opini