Menu

Mode Gelap
​Aditya Padmanaba Ziarah ke Pusara Bung Karno, Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong Turnamen Tenis Meja Gaz Gaz Andalan 88 Semarang Sukses Digelar, Lukas Arry Dwiko Utomo: Dorong Peningkatan Prestasi Atlet PTMSI Jateng Gelar Rakerprov, Dua Agenda Penting Menuju Pemilihan Ketum 2026-2030 Bagus Sutopo Resmi Dilantik Jadi Sekda Pemalang, Aris Ismail Harapkan Komunikasi Eksekutif-Legislatif Terjaga Bupati Anom Widiyantoro Lantik Bagus Sutopo sebagai Sekda Kabupaten Pemalang Dukung Pemalang Rhapsodi, Aris Ismail Pimpin Korve Jumat Bersih MPC Pemuda Pancasila

Opini

Lebaran: Beda tapi Bahagia

badge-check


					Lebaran: Beda tapi Bahagia Perbesar

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ana panas ana dingin,

Ana kipas ana angin.

Minal aidzin wal faizin,

Mohon maaf lahir dan batin.

Saya mengawali pagi ini dengan pantun sederhana yang dibacakan anak saya sebagai ucapan Selamat Lebaran kepada seluruh saudara-saudaraku—yang merayakan Idul Fitri hari Jumat maupun yang merayakan esok hari, Sabtu.

Saya merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Bagaimana tidak, umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini hidup dalam keberagaman organisasi dan pemahaman keagamaan, yang diberi ruang untuk menjalankan keyakinannya masing-masing. Puluhan tahun kita menyaksikan Idul Fitri terkadang jatuh pada hari yang berbeda—namun yang luar biasa, kita tetap rukun. Tidak saling membenci. Kita mengakui perbedaan, tetapi tetap bersama.

Inilah ajaran yang sangat dahsyat. Apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam menyikapi perbedaan pendapat yang sering disampaikan para ustadz dan kyai, baik di pengajian lesehan di kampung, maupun melalui media digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram tampaknya mulai benar-benar dipahami oleh masyarakat. Kita semakin dewasa.

Masyarakat mulai menyadari bahwa perbedaan tidak harus berujung pada permusuhan. Tidak membuat kita saling menjauh, enggan menyapa, atau berhenti saling menolong. Perbedaan justru diterima sebagai sebuah keniscayaan. Kita tetap akrab, tetap saling menghargai, dan tetap profesional. Tidak ada perbedaan yang merusak pekerjaan atau komunikasi.

Dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People dijelaskan bahwa kebiasaan penting dalam kehidupan adalah kemampuan untuk memahami orang lain sebelum ingin dipahami (seek first to understand, then to be understood). Sikap profesional adalah kemampuan untuk tetap objektif, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan baik meskipun ada perbedaan pandangan.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ: *Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzalimi dan tidak membiarkannya disakiti*. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nilai ini telah lama dicontohkan para ulama besar kita, seperti Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan. Meski memiliki perbedaan pendekatan dalam dakwah dan organisasi, keduanya tetap saling menghormati dan menjaga persatuan umat. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah, melainkan jalan untuk saling melengkapi.

Memang dahsyat para pendahulu kita yang telah mewariskan nilai luhur *Bhinneka Tunggal Ika* ,berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Akhirnya, di hari yang penuh berkah ini, kami sekeluarga mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Minal aidzin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🙏

Darmanto & keluarga

Pemalang, 30 Ramadhan/1 Syawal 1447 H***

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital

Baca Lainnya

Reminder Penguasa Langit Terhadap Bumi Venezuela

4 Juli 2026 - 11:11 WIB

Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah

27 Juni 2026 - 21:11 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi,Lc.MA

Jalan Rusak di Pemalang: Bukti Pengingkaran Amanat Konstitusi

10 Juni 2026 - 16:29 WIB

Ilustrasi - Jalan Rusak

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia
Trending di Opini