Menu

Mode Gelap
DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik PTMSI Jateng dan Udinus Matangkan Persiapan POPDA, GOR Satria Siap Digunakan PTMSI Jateng Tiada Henti Perkuat Pembinaan Atlet Tenis Meja di Jawa Tengah HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045 600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

Daerah

Senator DPD RI Abdul Kholik Dukung Penerapan Enam Hari Sekolah di Jateng

badge-check


					Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik Perbesar

Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik

WARTA NASIONAL – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah Abdul Kholik mendukung sikap Pemerintah Provinsi Jateng yang tengah mengkaji untuk menerapkan enam hari sekolah dalam seminggu untuk jenjang SMA/SMK.

“Ini lebih sesuai dengan kebutuhan konsep pembelajaran yang baik dibanding hanya lima hari sekolah dalam seminggu,” katanya, di Semarang, Rabu.

Kalau ditilik lebih dalam, kata dia, kebijakan lima hari kerja merupakan kebijakan di sektor ketenagakerjaan (perburuhan) dan kebutuhan efesiensi waktu kerja.

Ia menjelaskan bahwa asal muasal lima hari kerja muncul di negara industri, seperti Amerika Serikat akibat tuntutan para buruh.

“Jadi, bukan konsep di sektor pendidikan. Pelaksanaan pendidikan berbeda jauh dengan konsep kerja,” katanya.

Menurut dia, dalam pembelajaran semakin banyak waktu siswa untuk belajar akan berdampak pada pembentukan karakter yang lebih baik.

Seperti model pendidikan yang berbasis asrama ataupun pesantren dinilai lebih menjamin pengembangan siswa. Karena sepanjang waktu siswa dalam pengawasan dan proses pembelajaran.

Dalam konteks Indonesia, termasuk di Jateng yang memiliki sekolah umum non asrama, kata dia, enam hari sekolah lebih menjamin siswa berkembang dan membuka ruang bagi siswa untuk tidak dibebani tugas belajar yang dipadatkan.

“Sehingga siswa dapat pulang lebih awal dan selebihnya bisa bersosialisasi dengan lingkungan dan menambah belajar agama sesuai keyakinan masing-masing,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, pembelajaran agama bisa sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang religius dan membentuk karakter siswa secara lebih utuh.

Selama ini, ia menilai pelaksanaan lima hari sekolah menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan karena berdampak pada peningkatan beban fisik dan psikologis siswa, serta mengganggu pembentukan karakter melalui pendidikan di lingkungan tempat tinggal siswa.

Karena itu, kata dia, perlu kajian untuk kembali menerapkan model pembelajaran enam hari sekolah dalam satu minggu yang saat ini di tingkat provinsi, dan diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota agar dapat berlaku di semua jenjang pendidikan formal di wilayah Jateng.

“Dengan demikian model pembelajaran bagi siswa bisa sejalan dengan pembentukan karakter yg lebih utuh dan kemampuan bersosialisasi di lingkungan lebih terjaga,” pungkas Kholik.***

Baca Lainnya

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik

18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang, dan Belik

HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY

17 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Tebus Murah Sembako Pertamina di 7 SPBU Jateng-DIY, Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

17 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

16 Agustus 2026 - 18:39 WIB

BRI Unit Mulyoharjo Kembalikan Dokumen Agunan Nasabah, Permasalahan Telah Diselesaikan

15 Agustus 2026 - 10:47 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah
Trending di Daerah