Menu

Mode Gelap
Sinergi BRI dan Lazismu Pemalang Diharapkan Hadirkan Manfaat Lebih Luas bagi Masyarakat Senator Abdul Kholik Resmi Nahkodai ABPEDNAS Jawa Tengah Periode 2026-2031 Wujud Kepedulian Sosial, BRI Cabang Pemalang Salurkan Hewan Kurban ke Rutan dan Dua Lembaga Lain Kode Redeem FF Terbaru Sabtu, 30 Mei 2026: Klaim Token Gintama, Bundle Eksklusif hingga Emote Gratis Rayakan Idul Adha 2026, Pegadaian Distribusikan Hewan Kurban Secara Merata ke Enam Area Kerja di Jateng dan DIY Info Orang Hilang! Gadis Remaja Asal Tegal Hilang Saat Keluar Rumah, Ini Identitas Lengkapnya

Pendidikan

Rencana Pemkab Dirikan PSDKU di Pemalang Tuai Tanggapan Serius, Ini Kata Ketua Yayasan INSIP

badge-check


					Ketua Yayasan Institut Agama Islam Pemalang (INSIP), Heriyanto. Perbesar

Ketua Yayasan Institut Agama Islam Pemalang (INSIP), Heriyanto.

WARTA NASIONAL – Rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Pemalang menuai tanggapan kritis dari Ketua Yayasan Institut Agama Islam Pemalang (INSIP), Heriyanto.

Menurutnya, wacana ini mencerminkan ketidakpercayaan diri Pemerintah Daerah dalam mengelola dan membangun institusi pendidikan tinggi secara mandiri.

Heriyanto menilai bahwa meskipun PSDKU sering dianggap sebagai solusi memperluas akses pendidikan tinggi, dalam praktiknya, kehadiran PSDKU di daerah justru menciptakan ketergantungan struktural dan mematikan inisiatif lokal.

“Alih-alih membangun kampus mandiri yang mampu menjawab kebutuhan spesifik daerah, Pemda justru memilih menjadi pelengkap dari institusi luar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan semacam ini melemahkan otonomi daerah dalam pengembangan pendidikan serta menjadikan wilayah seperti Pemalang hanya sebagai “pasar pendidikan”, bukan aktor pembangunan sumber daya manusia.

Padahal, menurut Heriyanto, Pemalang memiliki modal besar untuk mandiri: regulasi yang mendukung, SDM lokal yang mumpuni, serta kekayaan sumber daya alam yang bisa dioptimalkan.

Heriyanto pun mendorong agar Pemda tidak sekadar bergantung pada PSDKU, melainkan memiliki visi pendidikan tinggi yang progresif dan berani.

Ia menyarankan agar Pemda mendukung dan memperkuat kampus lokal yang telah ada dengan intervensi kebijakan strategis, mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan serta kebutuhan lokal.

“Sudah waktunya Pemalang berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pendidikan tinggi. Dengan kepercayaan diri dan kemandirian, daerah ini tidak hanya akan mampu mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga bersaing di level nasional bahkan global,” pungkasnya.

Pernyataan Heriyanto ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kebijakan di Pemalang agar pembangunan pendidikan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar berpihak pada kemajuan dan kemandirian daerah.***

Baca Lainnya

FISIP Undip Bedah Buku Politik, Mohammad Saleh Soroti Tantangan Politik Digital

23 Mei 2026 - 18:11 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Keren! Pelajar Madrasah Jateng Raih Penghargaan di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

12 Mei 2026 - 17:17 WIB

Madrasah Jawa Tengah Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional ISP 2026 Thailand

Info! Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya

9 Mei 2026 - 09:03 WIB

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Berikut Link dan Daftar Prodinya

LSP UIN Walisongo Perkuat Kolaborasi, Studi Banding ke LSP UI untuk Tingkatkan Kualitas Sertifikasi

28 April 2026 - 16:56 WIB

LSP UIN Walisongo Perkuat Kolaborasi, Studi Banding ke LSP UI untuk Tingkatkan Kualitas Sertifikasi

Go Internasional! Empat Mahasiswi UIN Walisongo Jadi Language Partner di Irlandia

3 April 2026 - 13:16 WIB

Empat mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang kembali mengukir prestasi di tingkat internasional.
Trending di Pendidikan