Menu

Mode Gelap
Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Sampaikan Apresiasi kepada Dua Direksi yang Purna Tugas Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit Jelang Muscab PKB Pemalang, Sejumlah Nama Kuat Mulai Mencuat Salah Kaprah tentang Efisiensi dan Pemborosan Info Loker! BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen Nasional, Kesempatan Karier Terbuka Hingga 15 April 2026 Bantu Wong Cilik, PDI Perjuangan Pemalang Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen

Daerah

PWM Jateng Suarakan Kedaulatan Pangan di Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah

badge-check


					Expo Inovasi Teknologi dan Bazar Produk Pangan resmi dibuka Perbesar

Expo Inovasi Teknologi dan Bazar Produk Pangan resmi dibuka

WARTA NASIONAL – Pendopo Kabupaten Kebumen dipenuhi suasana hangat pada Jumat pagi (19/9), saat Expo Inovasi Teknologi dan Bazar Produk Pangan resmi dibuka. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Muhammad Abduh Hisyam, hadir memberikan sambutan yang sarat pesan filosofis sekaligus membakar semangat petani Muhammadiyah.

Ia menegaskan, jambore ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Dalam awal sambutannya, Abduh menjelaskan alasan pemilihan Kebumen sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, Kebumen merupakan daerah yang sangat identik dengan Muhammadiyah. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa Bupati Kebumen saat ini berasal dari kader ‘Aisyiyah.

“Ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah berakar kuat di Kebumen. Karena itu sangat tepat bila daerah ini dijadikan pusat perhelatan besar,” ujar Abduh di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Abduh juga menyinggung posisi mulia petani dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa dalam fiqih, profesi petani memiliki kedudukan istimewa karena diwajibkan membayar zakat lebih besar dibanding profesi lain.

“Petani dalam istilah Islam disebut falah, yang artinya orang yang beruntung. Namun, kenyataan di sekitar kita justru menunjukkan banyak petani yang terpuruk. Artinya, cita-cita fiqih itu belum sepenuhnya terwujud,” tegasnya.

Pernyataan ini disambut anggukan para peserta yang tampak memahami pesan yang disampaikan.

Lebih jauh, Abduh menyoroti lemahnya perlindungan bagi petani di Indonesia. Ia menilai hal tersebut menjadi tantangan sekaligus panggilan dakwah bagi Muhammadiyah untuk turun tangan.

“Kita berharap dari jambore ini lahir kesadaran kolektif untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Bukan sekadar ketahanan pangan, tetapi kedaulatan yang menempatkan petani sebagai subjek utama,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Seruan itu sontak mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin.

Abduh mengingatkan bahwa Jambore Nasional JATAM tidak boleh berhenti hanya sebagai acara seremonial. Menurutnya, kegiatan ini harus melahirkan gerakan dakwah yang nyata dan menyentuh langsung kehidupan para petani.

“Jika dakwah ini benar-benar menyentuh kehidupan petani, insyaAllah mereka akan kembali pada hakikatnya sebagai falah, yakni golongan yang beruntung,” pungkasnya menutup sambutan.

Jambore Nasional JATAM di Kebumen menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk menguatkan peran petani Muhammadiyah. Dengan hadirnya inovasi teknologi, bazar produk pangan, dan diskusi lintas sektor, kegiatan ini diharapkan memberi dampak langsung pada kesejahteraan petani.

Baca Lainnya

Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Sampaikan Apresiasi kepada Dua Direksi yang Purna Tugas

13 April 2026 - 12:48 WIB

Perumda Tirta Mulia Beri Penghargaan Tinggi kepada Arief Setiawan dan Djulianto

Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit

13 April 2026 - 12:31 WIB

Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit

Jelang Muscab PKB Pemalang, Sejumlah Nama Kuat Mulai Mencuat

11 April 2026 - 16:17 WIB

Jelang Muscab PKB Pemalang, Sejumlah Nama Kuat Mulai Mencuat

Bantu Wong Cilik, PDI Perjuangan Pemalang Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen

10 April 2026 - 13:14 WIB

Ketua DPC PDIP Pemalang, Indianto dan Sekretaris DPC PDIP Pemalang Agus Sukoco memantau kegiatan cek pengobatan gratis dan pembukaan Dapur Marhaen, Jumat (10/4/2026).

Komisi D DPRD Pemalang Dukung Transformasi INSIP Jadi Universitas Islam Pemalang, Dorong Program Dua Sarjana Satu Desa

10 April 2026 - 08:22 WIB

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang, Sri Hartati,
Trending di Daerah