WARTA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memberikan tanggapan atas berbagai keluhan masyarakat terkait pengelolaan Pantai Widuri.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto melalui Sekretaris Dinas, Rizki Novitasari, menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang diberikan masyarakat.
“Terima kasih atas kritik dan sarannya. Memang betul permasalahan-permasalahan tersebut yang sedang kita hadapi dan saat ini tengah kita urai. Tentunya ini membutuhkan kolaborasi serta komitmen semua pihak,” ujarnya kepada wartanasional.com pada Rabu 29 April 2026.
Terkait kebersihan, pihaknya menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari program rutin hingga pelibatan petugas kebersihan.
“Selain program Indonesia Asri dan Pemalang Rhapsodi yang dilaksanakan melalui kerja bakti setiap hari Selasa dan Jumat, setiap hari juga ada tim kebersihan dari UPPW dan Sempak Teles yang bekerja sama dengan para pedagang, bertugas pagi dan sore membersihkan lingkungan pantai,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui tantangan kebersihan tidak hanya berasal dari aktivitas manusia, tetapi juga faktor alam.
“Sampah terus datang bersamaan dengan ombak. Di sisi lain, kami juga membutuhkan kesadaran dari pedagang dan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan menganggap itu hanya kewajiban pemerintah,” tambahnya.

Pekerja dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemalang membersihkan sampah di Pantai Widuri
Terkait pengelolaan parkir, Rizki menjelaskan bahwa kewenangan tidak berada langsung di dinas, melainkan melalui bina lingkungan yang dikelola paguyuban setempat. Meski begitu, pihaknya mengaku terus melakukan pembinaan dan komunikasi terkait aturan yang berlaku.
Sementara untuk persoalan kebisingan, pihak dinas telah mengeluarkan edaran serta melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Bahkan, pada libur Lebaran lalu, larangan karaoke mulai diterapkan.
“Alhamdulillah pedagang banyak yang mematuhi dan kami menerima respons positif, meski masih ada sebagian yang belum menaati. Kami terus melakukan pendekatan secara konsisten dan simultan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai imbauan juga telah disebarluaskan melalui media sosial dan pemasangan banner di kawasan wisata.
Pemerintah daerah, lanjutnya, membuka ruang bagi masyarakat untuk terus memberikan masukan serta berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan wisata.
“Kami sangat membutuhkan bantuan semua pihak untuk mengingatkan dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Pemalang agar terjadi perubahan budaya, terutama terkait sampah dan kebisingan,” tegasnya.
Pemkab Pemalang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan destinasi wisata agar lebih baik ke depannya.***















