Menu

Mode Gelap
FDK UIN Walisongo Bahas Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045 Perumda Tirta Mulia Pemalang Perbaiki Pipa Bocor di Sirandu, Ini Wilayah Terdampak Pemilu: Dari Partisipatif Menuju Pragmatis, Benarkah ‘Ora Ono Duit Ora Nyoblos’? Kasus Anom Widiyantoro, KPK Panggil Mantan Kadisdikpora Supa’at dan Eks Dirut Perumda Tirta Mulia Slamet Efendi INFO LOKER! Kospin Jasa Buka Lowongan Kerja Kasir Keliling, Penempatan Pemalang dan Sekitarnya Harpelnas 2026, Dirut Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun Langsung Temui Pelanggan dari Rumah ke Rumah

Daerah

Puskesmas Kalibakung Hadirkan Inovasi ‘GARAM CAP BINTANG’ dan ‘NGEMIL GEPREK’, Perkuat Layanan Kesehatan

badge-check


					Puskesmas Kalibakung Hadirkan Inovasi ‘GARAM CAP BINTANG’ dan ‘NGEMIL GEPREK’, Perkuat Layanan Kesehatan Perbesar

WARTA NASIONAL – Puskesmas Kalibakung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal serta pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Puskesmas Kalibakung meluncurkan dua inovasi unggulan, yakni GARAM CAP BINTANG dan NGEMIL GEPREK, sebagai strategi mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), sekaligus mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting.

Kepala Puskesmas Kalibakung, drg. Ridwan Nursyah, MM, mengatakan bahwa kedua inovasi tersebut merupakan bentuk transformasi pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Inovasi dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“GARAM CAP BINTANG merupakan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor, deteksi dini faktor risiko, pemantauan kehamilan secara aktif, serta penguatan peran bidan desa, kader kesehatan, keluarga, dan pemerintah desa. Melalui inovasi ini, ibu hamil berisiko tinggi mendapatkan pendampingan sejak awal kehamilan hingga masa nifas sehingga potensi komplikasi dapat dikenali dan ditangani lebih cepat,” ujar drg. Ridwan.

Melalui pendekatan tersebut, setiap ibu hamil memperoleh pendampingan yang lebih intensif sehingga risiko komplikasi dapat diidentifikasi sejak dini dan ditangani secara cepat dan tepat.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan sistem rujukan yang lebih responsif dan efektif.

Sementara itu, inovasi NGEMIL GEPREK dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pemantauan ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko melalui kunjungan rumah, edukasi kesehatan, penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan dan monitoring kegiatan. Program ini juga memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat di tingkat desa.

Anggota Tim Inovasi Puskesmas Kalibakung, Faticha, menjelaskan bahwa keberhasilan kedua inovasi tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.

“Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan lintas sektor mampu meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan, memperkuat kesiapsiagaan persalinan, memperluas cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta mempercepat penanganan kasus-kasus berisiko tinggi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat tersebut.

Dengan dukungan dan pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, inovasi GARAM CAP BINTANG dan NGEMIL GEPREK diharapkan menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari implementasi transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia.

Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, kedua inovasi tersebut juga memperkuat budaya gotong royong melalui keterlibatan aktif keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Pendekatan promotif dan preventif menjadi fokus utama agar berbagai faktor risiko dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Ke depan, Puskesmas Kalibakung berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, berkualitas, dan berpusat pada masyarakat.

“Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami berharap mampu mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tegal yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Tengah maupun secara nasional,” pungkas drg. Ridwan Nursyah, MM.***

Baca Lainnya

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP

Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

1 September 2026 - 20:05 WIB

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Trending di Daerah