Menu

Mode Gelap
DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik PTMSI Jateng dan Udinus Matangkan Persiapan POPDA, GOR Satria Siap Digunakan PTMSI Jateng Tiada Henti Perkuat Pembinaan Atlet Tenis Meja di Jawa Tengah HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045 600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

Daerah

Puskesmas Kalibakung Hadirkan Inovasi ‘GARAM CAP BINTANG’ dan ‘NGEMIL GEPREK’, Perkuat Layanan Kesehatan

badge-check


					Puskesmas Kalibakung Hadirkan Inovasi ‘GARAM CAP BINTANG’ dan ‘NGEMIL GEPREK’, Perkuat Layanan Kesehatan Perbesar

WARTA NASIONAL – Puskesmas Kalibakung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal serta pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Puskesmas Kalibakung meluncurkan dua inovasi unggulan, yakni GARAM CAP BINTANG dan NGEMIL GEPREK, sebagai strategi mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), sekaligus mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting.

Kepala Puskesmas Kalibakung, drg. Ridwan Nursyah, MM, mengatakan bahwa kedua inovasi tersebut merupakan bentuk transformasi pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Inovasi dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“GARAM CAP BINTANG merupakan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor, deteksi dini faktor risiko, pemantauan kehamilan secara aktif, serta penguatan peran bidan desa, kader kesehatan, keluarga, dan pemerintah desa. Melalui inovasi ini, ibu hamil berisiko tinggi mendapatkan pendampingan sejak awal kehamilan hingga masa nifas sehingga potensi komplikasi dapat dikenali dan ditangani lebih cepat,” ujar drg. Ridwan.

Melalui pendekatan tersebut, setiap ibu hamil memperoleh pendampingan yang lebih intensif sehingga risiko komplikasi dapat diidentifikasi sejak dini dan ditangani secara cepat dan tepat.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan sistem rujukan yang lebih responsif dan efektif.

Sementara itu, inovasi NGEMIL GEPREK dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pemantauan ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko melalui kunjungan rumah, edukasi kesehatan, penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan dan monitoring kegiatan. Program ini juga memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat di tingkat desa.

Anggota Tim Inovasi Puskesmas Kalibakung, Faticha, menjelaskan bahwa keberhasilan kedua inovasi tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.

“Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan lintas sektor mampu meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan, memperkuat kesiapsiagaan persalinan, memperluas cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta mempercepat penanganan kasus-kasus berisiko tinggi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat tersebut.

Dengan dukungan dan pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, inovasi GARAM CAP BINTANG dan NGEMIL GEPREK diharapkan menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari implementasi transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia.

Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, kedua inovasi tersebut juga memperkuat budaya gotong royong melalui keterlibatan aktif keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Pendekatan promotif dan preventif menjadi fokus utama agar berbagai faktor risiko dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Ke depan, Puskesmas Kalibakung berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, berkualitas, dan berpusat pada masyarakat.

“Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami berharap mampu mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tegal yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Tengah maupun secara nasional,” pungkas drg. Ridwan Nursyah, MM.***

Baca Lainnya

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik

18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang, dan Belik

HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY

17 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Tebus Murah Sembako Pertamina di 7 SPBU Jateng-DIY, Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

17 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

16 Agustus 2026 - 18:39 WIB

BRI Unit Mulyoharjo Kembalikan Dokumen Agunan Nasabah, Permasalahan Telah Diselesaikan

15 Agustus 2026 - 10:47 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah
Trending di Daerah