Menu

Mode Gelap
Jelang Idul Adha 2026, Mohammad Saleh Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Viral CCTV Pencuri Bersajam di Pemalang, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Info! Jadwal Samsat Keliling Pemalang Sabtu 16 Mei 2026, Catat Lokasi Layanannya Baru! Kode Redeem Free Fire Hari Ini Sabtu 16 Mei 2026, Klaim Skin Senjata hingga Voucher Incubator Jadwal Acara TV Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: RCTI, MNCTV dan GTV Hadirkan Film, Sinetron hingga AFC U17 Asian Cup Jadwal Acara TV Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Ada BRI Superleague, Liga Inggris hingga FTV Favorit

Daerah

Pengangguran Jateng Capai 1,04 Juta, Mohammad Saleh Soroti Mismatch Tenaga Kerja

badge-check


					Pengangguran Jateng Capai 1,04 Juta, Mohammad Saleh Soroti Mismatch Tenaga Kerja Perbesar

WARTA NASIONAL – Angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyoroti tingginya jumlah pengangguran yang dinilai belum tertangani secara optimal, terutama akibat ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mencapai 1,04 juta orang.

Angka tersebut hanya mengalami penurunan tipis sekitar 7.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan pengangguran belum tertangani secara optimal. Penurunan yang sangat kecil ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Saleh.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran tidak semata-mata disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan juga adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri atau yang dikenal sebagai mismatch.

“Mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor utama. Banyak lulusan yang belum siap masuk ke dunia kerja karena keterampilannya belum sesuai,” tegasnya.

Sebagai solusi, Saleh mendorong penguatan pendidikan vokasi serta pelatihan kerja yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan riil industri.

Ia menilai, program pelatihan harus mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan relevan dengan perkembangan dunia usaha.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyusun kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

“Kerja sama ini penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Tak hanya itu, Saleh turut mendorong peningkatan program penempatan tenaga kerja serta perluasan akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat, sehingga peluang kerja dapat lebih mudah diakses oleh para pencari kerja.

Ia berharap, dengan langkah yang komprehensif dan berkelanjutan, persoalan pengangguran di Jawa Tengah dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.

“Kita perlu solusi yang komprehensif dan berkelanjutan agar persoalan pengangguran ini bisa teratasi,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Jelang Idul Adha 2026, Mohammad Saleh Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

16 Mei 2026 - 10:49 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

Viral CCTV Pencuri Bersajam di Pemalang, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

16 Mei 2026 - 10:20 WIB

Aksi Pencuri Bersenjata Tajam Terekam CCTV di Sonokeling Pelutan Pemalang, Warga Diminta Waspada

Info! Jadwal Samsat Keliling Pemalang Sabtu 16 Mei 2026, Catat Lokasi Layanannya

16 Mei 2026 - 09:47 WIB

Samsat Keliling

Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Dorong Modernisasi Trans Jateng dengan Bus Listrik

15 Mei 2026 - 11:43 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

Dua Pelajar SMA Negeri 1 Pemalang Kecelakaan di Belik, Satu Meninggal Dunia

14 Mei 2026 - 22:01 WIB

Ilustrasi - Laka lantas kendaraan
Trending di Daerah