Menu

Mode Gelap
PTMSI Wonogiri Audiensi dengan Pengprov PTMSI Jateng, Perkuat Sinergi Pembinaan Tenis Meja Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang Bangga! Ikna Rania Azzahra dari SDN 02 Kebondalem Masuk Tim Renang POPDA Jateng 2026 211 Wisudawan INSIP Pemalang Resmi Sandang Gelar Sarjana, Nurkholes: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan Pasar Belik Kembali Terbakar, Nurkholes: Pemkab Upayakan Relokasi dan Pembangunan Kembali PDI Perjuangan Pemalang Gelar Musran-Musanran Serentak, 692 Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pemalang Dikukuhkan

Daerah

Pengangguran Jateng Capai 1,04 Juta, Mohammad Saleh Soroti Mismatch Tenaga Kerja

badge-check


					Pengangguran Jateng Capai 1,04 Juta, Mohammad Saleh Soroti Mismatch Tenaga Kerja Perbesar

WARTA NASIONAL – Angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyoroti tingginya jumlah pengangguran yang dinilai belum tertangani secara optimal, terutama akibat ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mencapai 1,04 juta orang.

Angka tersebut hanya mengalami penurunan tipis sekitar 7.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan pengangguran belum tertangani secara optimal. Penurunan yang sangat kecil ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Saleh.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran tidak semata-mata disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan juga adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri atau yang dikenal sebagai mismatch.

“Mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor utama. Banyak lulusan yang belum siap masuk ke dunia kerja karena keterampilannya belum sesuai,” tegasnya.

Sebagai solusi, Saleh mendorong penguatan pendidikan vokasi serta pelatihan kerja yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan riil industri.

Ia menilai, program pelatihan harus mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan relevan dengan perkembangan dunia usaha.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyusun kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

“Kerja sama ini penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Tak hanya itu, Saleh turut mendorong peningkatan program penempatan tenaga kerja serta perluasan akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat, sehingga peluang kerja dapat lebih mudah diakses oleh para pencari kerja.

Ia berharap, dengan langkah yang komprehensif dan berkelanjutan, persoalan pengangguran di Jawa Tengah dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.

“Kita perlu solusi yang komprehensif dan berkelanjutan agar persoalan pengangguran ini bisa teratasi,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Pasar Belik Kembali Terbakar, Nurkholes: Pemkab Upayakan Relokasi dan Pembangunan Kembali

29 Agustus 2026 - 22:14 WIB

PDI Perjuangan Pemalang Gelar Musran-Musanran Serentak, 692 Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pemalang Dikukuhkan

29 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang, Indianto, SH,

Kirab Budaya Slumpring Festival Cibuyur 2026, Dorong Pelestarian Tradisi dan Ekonomi Kreatif

29 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Pendaftaran Calon Kades Danasari Dibuka, Lima Nama Sudah Ambil Formulir

27 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di Daerah