WARTA NASIONAL — Pemerintah Kabupaten Pemalang memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui Tracing TBC Terintegrasi yang dibuka Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Kantor Lurah Mulyoharjo, Senin (27/7/2026).
Kegiatan diawali sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC, kemudian dilanjutkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Puskesmas Mulyoharjo.
Anom menegaskan penanganan TBC harus dilakukan sejak dini, mulai dari menemukan kasus, memberikan pengobatan hingga memastikan pasien sembuh dan menyelesaikan pengobatan.
“Kita ingin menemukan penderita TBC sedini mungkin agar segera mendapatkan pengobatan. Negara hadir bukan hanya untuk menemukan, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh,” ujar Anom.
Ia meminta masyarakat tidak takut mengikuti pemeriksaan maupun tracing. Menurutnya, pemeriksaan justru penting untuk mengetahui penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Anom juga mengingatkan pasien TBC agar disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas meski kondisi tubuh sudah membaik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemalang Wiji Mulyati mengatakan Tracing TBC Terintegrasi dilaksanakan di 239 lokus pada 25 puskesmas mulai Juli hingga November 2026.
Capaian investigasi kontak juga menunjukkan peningkatan. Dari sekitar 17 persen pada 2021, kini capaian tersebut telah mendekati 30 persen.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin agar penderita segera mendapatkan pengobatan, mempercepat proses penyembuhan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitarnya,” jelas Wiji.
Kepala Puskesmas Mulyoharjo Nofie menambahkan, kegiatan perdana di Kelurahan Mulyoharjo merupakan bagian dari 16 lokus di wilayah kerja puskesmas tersebut yang mencakup empat kelurahan dan satu desa. Setiap lokus menargetkan 100 peserta.
Sasaran utama tracing adalah masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Peserta menjalani skrining melalui CKG dan pemeriksaan lanjutan menggunakan X-ray mobile atau pemeriksaan dahak bila diperlukan.
Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 100 peserta mengikuti sosialisasi dan layanan CKG.
Pemkab Pemalang berharap program tersebut mampu mempercepat penemuan kasus, memutus rantai penularan serta meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya deteksi dini TBC.**













