Menu

Mode Gelap
Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi Masyarakat, KAI Salurkan Dana TJSL Senilai Rp32,24 Miliar di 2025 KAI Sebut Jalur Hulu Pekalongan–Sragi Kembali Dapat Dilalui, Kecepatan KA Terbatas Genangan Air di Petak Pekalongan–Sragi, KAI Berlakukan Rekayasa Pola Operasi Kritik Ekoteologi terhadap Proses Desakralisasi Alam Legislator PDIP Pemalang Soroti Kualitas Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Sudah Berlubang Bahayakan Pengendara Legislator Tolak Rencana Pemkab Pemalang Berlakukan Outsourcing Non-ASN, Ini Alasannya

Daerah

Nawal Arafah Dilantik Jadi Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Ini Prioritas Kerjanya

badge-check


					Nawal Arafah Yasin dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Periode 2025-2030 Perbesar

Nawal Arafah Yasin dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Periode 2025-2030

WARTANASIONAL.COM – Nawal Arafah Yasin dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Periode 2025-2030. Pelantikan dilakukan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, di Aryanusa Ballroom Menara Danareksa, Kamis (20/2/2025).

Hadir pula, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta sejumlah kepala daerah.

Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menyampaikan, banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah PKK, untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga di provinsi ini. Karenanya, pada kepemimpinannya, Nawal fokus untuk melakukan sejumlah program prioritas.

Pertama, pengasuhan keluarga yang berkeadilan gender, dengan memperhatikan penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, maupun pencegahan stunting dan pernikahan pada anak. Kemudian penurunan angka kemiskinan, memperhatikan persoalan gizi, mendorong ketahanan pangan, dan sebagainya.

Tantangan lain, imbuh Nawal, bencana alam yang masih terjadi di Jateng, dampak perubahan iklim, termasuk rob. Dia juga menyoroti permasalahan kekerasan, baik kekerasan anak, kekerasan seksual, kasus trafficking, yang mesti dicegah dan ditangani.

“Di antara masalah-masalah itu, ada fokus toleransi, bagaimana Tim Penggerak PKK fokus membangun antarsuku, etnis, agama, bisa bersama-sama dalam melakukan perubahan, mewujudkan keluarga yang sejahtera,” beber Nawal.

Ditambahkan, kolaborasi dengan banyak pihak, bukan hanya TP PKK di 35 kabupaten/kota, tapi juga dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan sebagainya, akan terus diperkuat. Sebab, kolaborasi menjadi kunci membangun Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian meminta agar para ketua yang baru saja dilantik, tidak sekadar memiliki pemahaman terhadap program kerja PKK maupun Posyandu, tapi juga memiliki integritas, kepedulian, keteladanan, dan semangat gotong royong.

“Kita harus menjadi teladan dalam menggerakkan masyarakat, serta mendahulukan kepentingan bersama, di atas kepentingan lainnya,” tegasnya.

Ditambahkan, seluruh program yang disusun, harus fokus pada peningkatan kualitaa hidup masyarakat. Dan setiap program yang kita jalankan, harus bermuara pada terwujudnya keluarga yang sehat, cerdas, mandiri, dan berdaya saing. Menurut Tri Tito, kesejahteraan keluarga adalah pondasi bagi kemajuan bangsa.

Dia menekankan enam hal yang mesti dilakukan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu.

Pertama, pemetaan prioritas program, dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik daerah, terutama yang terkait ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemberian makanan bergizi.

Selain itu, peningkatan pelayanan posyandu enam bidang standar pelayanan minimal, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan keterliban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Kedua, penguatan kelembagaan kemitraan dan sinergi dengan mengoptimalkan potensi kerja sama.

Ketiga, peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu, melalui pelatihan rutin terkait kesejahteraan keluarhga dan pemenuhan layanan dasar enam SPM Posyandu.

Keempat, inovasi dan digiaisasi dengan meningkatkan teknologi untuk efektivitas program seperti pemanfaatan platform edukasi daring, serta membangun sistem informasi yang efektif dan akuntabel.

Kelima, persiapan mengikuti Rakernas X TP PKK. Keenam, segera membentuk Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi, dan memfasilitasi secara berjenjang sampai desa/ kelurahan.

“Saya yakin, dengan kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi, kita semua mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita bersama-sama menjadikan PKK dan Posyandu sebagai kekuatan, yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Sebut Jalur Hulu Pekalongan–Sragi Kembali Dapat Dilalui, Kecepatan KA Terbatas

17 Januari 2026 - 17:05 WIB

Genangan Air di Petak Pekalongan–Sragi, KAI Berlakukan Rekayasa Pola Operasi

17 Januari 2026 - 14:01 WIB

DPRD Pemalang Minta Penataan PKL di City Walk, Aris Ismail: Utamakan Hak Pejalan Kaki

15 Januari 2026 - 14:34 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, H Aris Ismail, SAP

Kendaraan Dinas Milik Pemkab Pemalang Diduga Tunggak Pajak Tetap Beroperasi di Jalan Umum, Jadi Sorotan Publik

14 Januari 2026 - 12:23 WIB

Kendaraan Dinas Milik Pemkab Pemalang Diduga Tunggak Pajak Tetap Beroperasi di Jalan Umum

MAJT dan KPID Jateng Bersinergi, Syiar Ramadan Dibawa Lebih Dekat ke Anak Muda

13 Januari 2026 - 15:24 WIB

Panitia Ramadan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melakukan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, pada Selasa (13/1/2026).
Trending di Daerah