WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus konsisten mengawal berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam memperkuat sinergi guna mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Saleh menegaskan bahwa peran NU, khususnya melalui PWNU Jawa Tengah, diharapkan tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai sektor strategis.
“Organisasi seperti NU memiliki basis yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Ini menjadi potensi besar untuk memastikan program pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Saleh.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri kegiatan Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng yang digelar di Hotel Pandanaran Semarang, Minggu (19/4/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, serta Ketua PWNU Jateng Abdul Ghaffar Rozin.
Dalam kesempatan itu, Saleh menyoroti sejumlah program strategis, salah satunya “Pesantren Obah” yang bertujuan memperkuat pendidikan berbasis keagamaan. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas pesantren, tetapi juga memberikan peluang beasiswa kuliah ke luar negeri bagi santri.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi guru agama serta para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam membangun karakter bangsa.
Di sektor ekonomi, Saleh menekankan pentingnya pemberdayaan pondok pesantren. Ia berharap PWNU Jawa Tengah dapat ikut mengawal program pemberdayaan ekonomi tersebut, mengingat luasnya jaringan pesantren di bawah naungan NU.
“Peran NU sangat strategis karena memiliki jaringan pesantren yang luas. Ini bisa menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis komunitas,” imbuhnya.
Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, NU bersama para kiai, ulama, dan santri dinilai memiliki peran sentral dalam membentuk karakter bangsa.
“Sinergi antara pemerintah dan NU diharapkan dapat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.***















