Menu

Mode Gelap
Harpelnas 2026, Dirut Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun Langsung Temui Pelanggan dari Rumah ke Rumah Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Daerah

Mohammad Saleh Dukung PSEL di Jateng, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat sekaligus menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Menurut Saleh, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang dapat menjawab dua tantangan sekaligus, yakni mengurangi timbunan sampah dan mendukung ketersediaan energi berkelanjutan.

“Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan,” ujar Saleh di Semarang.

Ia menuturkan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan. Berdasarkan data yang ada, volume sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun sehingga diperlukan langkah inovatif untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Karena itu, Saleh mendukung penuh rencana pembangunan PSEL yang akan difokuskan pada tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi di Jawa Tengah.

Kawasan tersebut selama ini menjadi wilayah yang menghadapi persoalan darurat sampah akibat tingginya produksi limbah rumah tangga dan aktivitas perkotaan.

Untuk kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak, fasilitas PSEL direncanakan dibangun di Kota Semarang.

Sementara itu, kawasan Pekalongan Raya yang mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang akan memiliki fasilitas PSEL di Kota Pekalongan.

Adapun kawasan Tegal Raya yang terdiri atas Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes direncanakan memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang berlokasi di Kabupaten Tegal.

Selain mendukung pengembangan PSEL, Saleh juga mengapresiasi penerapan sistem refuse derived fuel (RDF) yang saat ini telah berjalan di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pabrik semen untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

Menurutnya, berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma bahwa sampah tidak lagi dipandang semata sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi.

Meski demikian, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat hanya mengandalkan teknologi pengolahan di sektor hilir. Upaya pengendalian harus dimulai dari sumbernya melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak tingkat rumah tangga.

Ia juga mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan masyarakat.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Saleh menambahkan, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.

Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan terus diperkuat agar persoalan sampah dapat ditangani secara efektif dan berkelanjutan.

“Harapannya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan terus diperkuat agar persoalan sampah dapat tertangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP

Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

1 September 2026 - 20:05 WIB

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Trending di Daerah