Menu

Mode Gelap
Lebaran: Beda tapi Bahagia Mundur dari Bursa Ketua Umum KONI Pemalang, Hengki Wijaya Dinilai Tunjukkan Jiwa Sportivitas KONI Jateng Tegaskan Makna “Satu Periode”, Jadi Acuan Bursa Ketua Umum KONI Pemalang Info Kehilangan! Dompet Milik Camat Pemalang Diduga Terjatuh di Perjalanan, Berisi Dokumen Penting dan Uang Tunai Info Loker! Kospin Jasa Syariah Pemalang Buka Lowongan Kerja Marketing, Simak Syaratnya Cek Fakta: Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas Akibat Serangan Iran?

Opini

Lebaran: Beda tapi Bahagia

badge-check


					Lebaran: Beda tapi Bahagia Perbesar

Oleh: dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ana panas ana dingin,

Ana kipas ana angin.

Minal aidzin wal faizin,

Mohon maaf lahir dan batin.

Saya mengawali pagi ini dengan pantun sederhana yang dibacakan anak saya sebagai ucapan Selamat Lebaran kepada seluruh saudara-saudaraku—yang merayakan Idul Fitri hari Jumat maupun yang merayakan esok hari, Sabtu.

Saya merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Bagaimana tidak, umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini hidup dalam keberagaman organisasi dan pemahaman keagamaan, yang diberi ruang untuk menjalankan keyakinannya masing-masing. Puluhan tahun kita menyaksikan Idul Fitri terkadang jatuh pada hari yang berbeda—namun yang luar biasa, kita tetap rukun. Tidak saling membenci. Kita mengakui perbedaan, tetapi tetap bersama.

Inilah ajaran yang sangat dahsyat. Apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam menyikapi perbedaan pendapat—yang sering disampaikan para ustadz dan kyai, baik di pengajian lesehan di kampung, maupun melalui media digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram tampaknya mulai benar-benar dipahami oleh masyarakat. Kita semakin dewasa.

Masyarakat mulai menyadari bahwa perbedaan tidak harus berujung pada permusuhan. Tidak membuat kita saling menjauh, enggan menyapa, atau berhenti saling menolong. Perbedaan justru diterima sebagai sebuah keniscayaan. Kita tetap akrab, tetap saling menghargai, dan tetap profesional. Tidak ada perbedaan yang merusak pekerjaan atau komunikasi.

Dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People dijelaskan bahwa kebiasaan penting dalam kehidupan adalah kemampuan untuk memahami orang lain sebelum ingin dipahami (seek first to understand, then to be understood). Sikap profesional adalah kemampuan untuk tetap objektif, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan baik meskipun ada perbedaan pandangan.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ: *Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzalimi dan tidak membiarkannya disakiti*. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nilai ini telah lama dicontohkan para ulama besar kita, seperti Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan. Meski memiliki perbedaan pendekatan dalam dakwah dan organisasi, keduanya tetap saling menghormati dan menjaga persatuan umat. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah, melainkan jalan untuk saling melengkapi.

Memang dahsyat para pendahulu kita yang telah mewariskan nilai luhur *Bhinneka Tunggal Ika* ,berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Akhirnya, di hari yang penuh berkah ini, kami sekeluarga mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Minal aidzin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🙏

Darmanto & keluarga

Pemalang, 30 Ramadhan/1 Syawal 1447 H***

Baca Lainnya

Perang Timur Tengah: Momentum Strategis Percepatan Legalisasi Sumur Rakyat di Jateng, Jatim, dan Sumatera

11 Maret 2026 - 23:11 WIB

Perang Timur Tengah: Momentum Strategis Percepatan Legalisasi Sumur Rakyat di Jateng, Jatim, dan Sumatera

Penghubung Komisi Yudisial: Tulang Punggung Pengawasan Etik Hakim di Daerah

11 Maret 2026 - 19:07 WIB

Koordinator Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan

Bursa Calon Ketua KONI Pemalang Menghangat, Siapkah Wujudkan Konsep ‘Melaju dengan Prestasi Tanpa Membebani APBD’?

9 Maret 2026 - 19:26 WIB

Untung Budiarso

Tren Positif dan Tantangan Pesantren Tahfidz MAJT-Baznas

8 Februari 2026 - 16:41 WIB

Isdiyanto Isman

Refleksi Pasca Rajaban: Berapa Jumlah Muslimin yang Shalat 5 Waktu

31 Januari 2026 - 14:39 WIB

Masrifan Djamil
Trending di Opini