Menu

Mode Gelap
Disparbud Pemalang Respons Keluhan Pengunjung Pantai Widuri, Sekdin: Kami Butuh Kolaborasi Semua Pihak Politisi PKB Sebut Tak Hanya Insentif, RT/RW di Pemalang Diusulkan Terima Dana Operasional Pegiat Lingkungan Romi Indiarto Soroti Kondisi Pantai Widuri: Kotor hingga Citra Menurun Misbakhul Munir: Standar Kebersihan Jadi Kunci Daya Tarik Wisata di Pantai Widuri IKMAL JAYA Ikut Prihatin atas Keluhan Pengunjung Pantai Widuri, Abdul Khalim: Ini Aset Daerah, Pengelolaan Harus Dibenahi KAHMI Pemalang Soroti Pengelolaan Pantai Widuri: Tarif Wajar, Kebersihan Jadi Masalah

Daerah

Innalillahi! KH Thoifur Mawardi Dikabarkan Wafat, Dikenal Kitab Berjalan dan Sering Bermimpi Rasulullah

badge-check


					Innalillahi! KH Thoifur Mawardi Dikabarkan Wafat, Dikenal Kitab Berjalan dan Sering Bermimpi Rasulullah Perbesar

Innalillahi! KH Thoifur Mawardi Dikabarkan Wafat, Dikenal Kitab Berjalan dan Sering Bermimpi Rasulullah

WARTA NASIONAL – Kabar duka menyelimuti kaum muslimin di tanah air, yakni Syaikhina Abuya KH Thoifur Mawardi Ulama kharismatik asal Purworejo yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Kedungsari.

Belaiu dikabarkan wafat pukul 16.30 WIB di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, pada Selasa (19/8/2025).

إنا لله وإنا إليه راجعون اللهم اؤجرنا في مصيبتنا واخلف لنا خيرا منها

KH Thoifur Mawardi salah satu murid kinasih Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Makkah wafat, Selasa 19 Agustus sekitar jam 16.00, beliau pengasuh pondok Pesantren Darut Tauhid Kedungsari Purworejo Jawa Tengah

Wafatnya beliau membawa duka mendalam bagi keluarga besar pesantren, para santri, alumni, serta masyarakat luas.

KH Thoifur Mawardi dikenal sebagai ulama masyhur yang penuh keteladanan dalam mengajarkan ilmu agama dan membimbing umat.

Profil KH Thoifur Mawardi

Bagi warga Purworejo, sosok Kiai Thoifur Mawardi sudah tak asing lagi.

Ulama kharismatik itu belakangan santer disebut sebagai sosok yang menjodohkan capres-cawapres, Anies Muhaimin.

Kiai yang memiliki nama lengkap KH Muhammad Thoifur Mawardi tersebut lahir di Purworejo pada 8 Agustus 1955.

Putra dari KH.R. Mawardi ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo.

Ribuan santri telah menjadi lulusan ponpes yang diasuhnya.

Bahkan, belasan cabang Ponpes Daarut Tauhid juga berdiri di berbagai sudut Purworejo.

“Santrinya ribuan, kalau cabang ya banyak, di kampung sini aja sudah ada 10,” ujar Kiai Thoifur (11/10)

Sebagai sosok ulama kharismatik, dia sudah melanglang buana ke berbagai daerah untuk menuntut ilmu seperti di Ponpes Sugihan Kajoran, Magelang, Ponpes Lasem, Ponpes Rembang.

Perjalanannya menuntut ilmu bahkan hingga ke Mekah di tempat Al-Qutb Al-Irsyad wad Da’wah As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani pada 1977-1988.

“Saya ngaji sejak MI kelas 2 di Pondok Sugihan Kajoran, Magelang. Di Mekah mulai tahun 1977 sampai 1988, 11 tahun kurang 2 bulan,” ujarnya.

Ada satu sumber mata air di Saudi yang disebut Bi’ru Thoifur atau Sumur Thoifur.

Sumur yang terletak di Ma’had Rushaifah, Mekah tersebut merupakan salah satu karomah dari Kiai Thoifur yang saat itu masih menimba ilmu kepada Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Namun, Kiai Thoifur enggan menceritakannya lebih dalam.

Kesibukan sebagai pengasuh ponpes sekaligus pendakwah.

Hampir setiap hari, Kiai Thoifur diundang untuk mengisi tauziah di berbagai tempat termasuk luar Purworejo.

Bahkan, sore ini beliau akan melanjutkan perjalanan ke Batang untuk mengisi tauziah setelah sebelumnya ke Wonosobo.

Kyai Thoifur ini berjuluk Ahli mimpi bertemu Rasulullah, di mana citra inilah yang sangat melekat pada KH Muhammad Thoifur Mawardi.

Selain itu, keluasan beliau dalam keilmuan bahkan sampai membuatnya digelari “kitab berjalan” dan itu sangat tidak berlebihan mengingat banyaknya Alim Ulama dan Habaib yg menaruh rasa hurmat wattakriman kepadanya.

Kebanyakan orang memanggil kyai yang satu ini dengan sebutan Syekh Muhammad Thoifur Mawardi. Jika Anda merasa penasaran dengan sosoknya, maka simaklah profil serta biografi yang dipaparkan di bawah ini.

Biodata KH Thoifur Mawardi

• Nama Panjang : K. H Muhammad Thoifur Mawardi

• Nama Populer : Syekh Thoifur Mawardi, Abah Thoifur dan Kyai Thoifur Mawardi

• Nama Sapaan : Syekh Thoifur

• Jenis Kelamin : Laki-laki

• Kewarganegaraan : Indonesia

• Tempat Lahir : Purworejo, Jawa Tengah

• Tanggal Lahir : 8 Agustus 1955

• Umur : 70 Tahun

• Pendidikan : Pondok Lasem Rembang

• Pondok Sugihan Kajoran Magelang

• Rushoifah

• Tempat Tinggal : Purworejo, Jawa Tengah

• Pekerjaan : Ulama dan Pendiri Pondok Pesantren

• Nama Ponpes : Pondok Pesantren Daarut Tauhid

• Lokasi Ponpes : Purworejo, Jawa Tengah

• Putra dari : KH. R Mawardi, Dzuriyah KH.R Imam Maghfuro

• Keturunan : Joko Umbaran trah Sultan Agung

• Terkenal Sebagai : Tokoh Ulama Islamisasi Begelan

• Gelar : Kitab Berjalan

• Karomah : Tidak basah walaupun jalan di bawah hujan

• Selalu bermimpi bertemu Rasulullah

• Status : Sudah Menikah

• Nama Istri : Nyai Hj Ummi Kultsum (alm)

• Nama Anak : KH Sahnun Thoifur Mawardi

• Guru : Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki

• Sahabat : Habib Rizieq, LaNyalla

Biografi KH Thoifur Mawardi

Doa-doa yang dipanjatkan oleh Syekh Thoifur Mawardi selalu mustajab, sehingga banyak ulama dan kyai yang meminta untuk didoakan beliau.

Selain itu, beliau juga dijuluki sebagai “kitab berjalan dikarenakan banyak habib dan ulama yang memberikan rasa hormat wattakriman terhadapnya.

Beliau sudah berkali-kali bermimpi bertemu dengan Rasulullah.

Dari sejarahnya dahulu saat beliau berkeinginan membuat sumur, akhirnya meminta saran ke santri kesayangannya yaitu Syekh Toifur yang telah menjadi kebiasaan untuknya bermimpi bertemu dengan Rasulullah.

Hal ini supaya sekiranya Rasulullah memberikan petunjuk dimanakah tempat yang pas untuk membuat sumur.

Akhirnya dibuatlah sebuah sumur yang memang sesuai dengan pentunjuknya Rasulullah melalui mimpi santrinya tersebut, serta atas jasanya sumur tersebut diabadikan menggunakan nama beliau.

Ahli mimpi bertemu dengan Rasulullah inilah merupakan citra yang melekat sekali kepada Abah Thoifur.

Melalui pesan singkat WhatsApp berupa voice note, putra beliau Gus Sahnun menyampaikan bahwa insyaAllah jenazah akan dimakamkan pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 11.00 WIB di kompleks Pondok Pesantren Darut Tauhid Kedungsari Purworejo.

Mari bersama-sama mendoakan, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.***

Baca Lainnya

Disparbud Pemalang Respons Keluhan Pengunjung Pantai Widuri, Sekdin: Kami Butuh Kolaborasi Semua Pihak

29 April 2026 - 07:17 WIB

Pekerja dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemalang membersihkan sampah di Pantai Widuri

Politisi PKB Sebut Tak Hanya Insentif, RT/RW di Pemalang Diusulkan Terima Dana Operasional

28 April 2026 - 22:17 WIB

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heru Kundhimiarso,

Pegiat Lingkungan Romi Indiarto Soroti Kondisi Pantai Widuri: Kotor hingga Citra Menurun

28 April 2026 - 21:59 WIB

Pegiat lingkungan yang juga pengurus LSM Sahabat Alam Indonesia, Romi Indiarto

Misbakhul Munir: Standar Kebersihan Jadi Kunci Daya Tarik Wisata di Pantai Widuri

28 April 2026 - 21:11 WIB

Praktisi hukum Misbakhul Munir, SH

IKMAL JAYA Ikut Prihatin atas Keluhan Pengunjung Pantai Widuri, Abdul Khalim: Ini Aset Daerah, Pengelolaan Harus Dibenahi

28 April 2026 - 20:49 WIB

Ketua Umum Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL JAYA), H. Abdul Khalim
Trending di Daerah