Menu ✖

Mode Gelap
Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat Tring! Pegadaian Tembus 7,5 Juta Pengguna, Aries Aviani Dorong Literasi Digital Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius Bangga! Ikna Rania Azzahra Bersinar di Kejuaraan Renang Kecamatan Pemalang, Borong Tiga Gelar Juara Info Loker! RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Buka Rekrutmen, Tujuh Formasi Dibuka

Daerah

Gubernur Jateng Kagum Dengan Sistem Pengelolaan Sampah di Penggarit

badge-check


					Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kagum dengan sistem pengelolaan sampah yang ada di Desa Penggarit Perbesar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kagum dengan sistem pengelolaan sampah yang ada di Desa Penggarit

WARTA NASIONAL – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kagum dengan sistem pengelolaan sampah yang ada di Desa Penggarit Kecamatan Taman Pemalang. Ia mengatakan, jika sistem pengelolaan sampah di Desa Penggarit dapat dicontoh oleh semua desa di seluruh Jawa Tengah, maka tidak akan ada lagi permasalahan sampah di jateng.

Ungkapan tersebut disampaikan saat Gubernur didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, meninjau lokasi pengelolaan sampah di Desa tersebut. Rabu (28/5/2025).

Gubernur menuturkan, Desa Penggarit sudah menerapkan penanganan sampah secara mandiri. artinya sampah yang ada di satu desa ini sudah dikelola oleh desa itu sendiri, sistem pengelolaan tersebut rencananya akan dijadikan role model

“Nanti akan kita diskusikan dengan Dinas bahwa 8.563 desa kalau semua desa bisa mengelola seperti ini selesai sudah permasalahan di Jawa Tengah terkait sampah,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Desa Penggarit sangat efektif sekali karena tidak memerlukan biaya yang tinggi dan juga hasil dari pengelolaan sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

“Kita akan berdayakan karena hasil sampah ini ada yang dibuat pupuk organik, ada yang dibuat pengurai amoniak, dan ini efektif sekali, biayanya tidak terlalu tinggi tetapi dari basis desa sudah bisa dilaksanakan, kalau desa-desa sudah melakukan ini kecamatan tidak perlu memikirkan, apalagi Bupati, apalagi Provinsi, selesai itu (masalah sampah),” imbuhnya.

Ahmad Luthfi juga mengapresiasi adanya pengelolaan sampah berbasis desa di Desa Penggarit yang terkenal dengan mangga istananya itu.

“Ini nanti kita akan kaji dulu yang penting kita punya studi banding konferhensif dengan beberapa investasi tentang sampah, tapi saya sebagai Gubernur apresiasi sekali kepada Pak Bupati dan Pak Lurah yang telah menginisiasi membuat pengelolaan sampah berbasis desa,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala OPD terkait dilingkungan Pemprov Jateng, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, Forkopimda Sekda Heriyanto bersama jajarannya, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, Forkopimcam dan Perangkat Desa setempat. ***

Baca Lainnya

Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak

8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

6 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia

5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Pertamina dan IKA UNAIR Hadirkan ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa’ bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang

5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Trending di Daerah