Menu

Mode Gelap
FORDEK FST 2026 Digelar di UIN Walisongo, Perkuat Transformasi Sains dan Teknologi PTKIN Ketua Umum IKMAL JAYA Berikan Dukungan Langsung untuk Niswah Asal Pemalang di Dangdut Academy 8 Indosiar Festival Sayang Anak 2026 Hadir di Alun-Alun Pemalang, Sajikan Beragam Kegiatan Edukatif dan Menghibur ​Aditya Padmanaba Ziarah ke Pusara Bung Karno, Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong Turnamen Tenis Meja Gaz Gaz Andalan 88 Semarang Sukses Digelar, Lukas Arry Dwiko Utomo: Dorong Peningkatan Prestasi Atlet PTMSI Jateng Gelar Rakerprov, Dua Agenda Penting Menuju Pemilihan Ketum 2026-2030

Daerah

Gala Premiere Belum Pergi, Garapan Film Kedua dari Phylosopicture Karya Mahasiswa KPI UIN Walisongo Semarang

badge-check


					Gala Premiere Belum Pergi, Garapan Film Kedua dari Phylosopicture Karya Mahasiswa KPI UIN Walisongo Semarang Perbesar

Gala Premiere Belum Pergi, Garapan Film Kedua dari Phylosopicture Karya Mahasiswa KPI UIN Walisongo Semarang

WARTA NASIONAL – Film Belum Pergi karya Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang, mendapat sambutan hangat dalam gala premiere yang ditayangkan di Gedung Teater IsdB Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis, 12 Juni 2025.

Film garapan Sutradara, Muhammad Haqul Yaqin ini merupakan film kedua yang di produksi oleh Phylosopicture. Film ini dibintangi oleh Balqis Shalima, Via Enggelina, Hammam, Ithuk Arthayani, dan Dicky Perkasa.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan (Kajur) KPI, Asep Dadang yang menyampaikan bahwasanya Film yang di produksi oleh Phylosopicture ini merupakan bentuk wadah mahasiswa untuk berkarya, terutama bagi mahasiswa yang menyukai dunia perfilman.

“Kami (jurusan) menyediakan wadah bagi mahasiswa yang memang memiliki minat pada masing-masing konsentrasi. Dalam hal ini, Phylosopicture mewadahi mahasiswa yang senang dengan dunia perfilman,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwasanya Phylosopicture merupakan Komunitas Film yang di bawahi langsung oleh jurusan KPI. Phylosopicture memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk terus belajar dan berkarya guna mengembangkan skill agar bisa bermanfaat untuk masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya komunitas ini, akan lahir karya-karya film hebat dari mahasiswa yang tidak hanya berhenti pada level Nasional saja, melainkan sampai pada level Internasional,” tambahnya.

Ketua Komunitas Film Phylosopicture, Abid Hibbanillah turut menyampaikan mengenai lahirnya Komunitas Film ini. Ia mengatakan bahwasanya komunitas ini lahir dari keresahan pribadi dan mahasiswa yang melihat bahwa kampus belum memilliki wadah bagi mahasiswa yang senang dengan dunia perfilman.

“Berawal dari kerasahan saya dan teman teman semua, karena di kampus kurang adanya wadah bagi mahasiswa yang suka dengan film. Maka dari itu, Phylosopicture ini lahir,” ungkapnya.

Abid menambahkan bahwasanya film Belum Pergi ini merupakan film kedua yang di produksi oleh Phylosopicture setelah berdiri pada tahun 2023. Film pertama kami yaitu Menunggu Dijemput berhasil mendapatkan penghargaan dalam Festival Film Yeosu Internetional Webfest tahun 2024.

Mahasiswa KPI angkatan 2022, Rizma Feby Mualimah menyampaikan kesan dan harapannya mengikuti gala premiere Film Belum Pergi ini,

“Pastinya sangat bangga, dan senang sekali untuk teman teman tim Phylosopicture, karena sudah membuat film sebagus ini. Selama saya nonton filmya, tak hentinya saya kagum pada teman teman tim. Saya harap, dengan lahirnya Phylosopicture ini dapat terus menghadirkan film-film yang keren kedepannya dan sukses selalu,” tuturnya.

Selain itu, salah seorang penonton film Belum Pergi, Nova Nur Haliza menyampaikan scene yang paling berkesan saat menonton film ini,

“Bagi saya, yang paling berkesan itu dibagian awal film dan akhir film. Dimana kedua scene ini menampilkan visual yang luar biasa menegangkan. Sama-sama buat kaget pokoknya,” ucapnya.

Belum Pergi bercerita tentang arwah seorang anak kos yang mati secara tragis karena di bunuh oleh pemilik kos (bapak kos) dan ingin menuntut keadilan dari apa yang telah di alami. Lewat film ini, Haqi ingin menyampaikan pesan pada masyarakat.

“Janganlah berbuat buruk kepada orang lain, karena belum tentu semua orang dapat menerima apa yang sedang mereka hadapi. Misalnya saja trauma, belum tentu semua orang bisa menerimanya. Bahkan dalam film ini aku sampaikan, jika arwah saja masih bisa trauma (menuntut keadilan), apalagi manusia,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Festival Sayang Anak 2026 Hadir di Alun-Alun Pemalang, Sajikan Beragam Kegiatan Edukatif dan Menghibur

16 Juli 2026 - 20:06 WIB

Ramaikan Festival Sayang Anak 2026!

Bagus Sutopo Resmi Dilantik Jadi Sekda Pemalang, Aris Ismail Harapkan Komunikasi Eksekutif-Legislatif Terjaga

10 Juli 2026 - 14:59 WIB

Bupati Anom Widiyantoro Lantik Bagus Sutopo sebagai Sekda Kabupaten Pemalang

10 Juli 2026 - 14:33 WIB

Bupati Anom Widiyantoro Lantik Bagus Sutopo sebagai Sekda Kabupaten Pemalang

Dukung Pemalang Rhapsodi, Aris Ismail Pimpin Korve Jumat Bersih MPC Pemuda Pancasila

10 Juli 2026 - 12:30 WIB

Dukung Pemalang Rhapsodi, Aris Ismail Pimpin Korve Jumat Bersih MPC Pemuda Pancasila

PDI Perjuangan Pemalang Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen, Agus Sukoco: Wujud Pengabdian untuk Warga

10 Juli 2026 - 11:22 WIB

Foto Bersama - H. Agus Sukoco, SIP, M.Si., anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 1 beserta Ibu saat acara pengobatan gratis dan Dapur Marhaen (pembagian makanan gratis) bagi masyarakat Widuri dan sekitarnya.
Trending di Daerah