WARTA NASIONAL – Dua jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang masa bakti 2021–2026 resmi mengakhiri masa pengabdiannya. Mereka adalah Direktur Administrasi dan Keuangan Moch. Arief Setiawan serta Direktur Teknik Djulianto.
Prosesi pelepasan purna tugas digelar secara khidmat pada Kamis malam (16/4/2026) di halaman kantor pusat Perumda Tirta Mulia, dihadiri jajaran pemerintah daerah, dewan pengawas, serta seluruh pegawai.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Teknik Djulianto yang mewakili direksi purna tugas menyampaikan pesan emosional kepada seluruh pegawai. Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalitas, integritas, dan kekompakan dalam menghadapi tantangan perusahaan ke depan.
“Tetaplah bekerja dengan penuh semangat, integritas, dan menjaga kualitas demi perusahaan. Tantangan di era sekarang jauh lebih besar, sehingga harus dihadapi dengan kesiapan mental agar tujuan perusahaan tercapai. Saya mendoakan agar Tirta Mulia semakin maju dan berkembang sesuai harapan pemilik,” ujarnya.
Djulianto juga menegaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan akan berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh pegawai.
“Dengan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat, otomatis hasil yang diterima oleh pegawai dan stakeholder juga akan meningkat. Jika perusahaan maju, kesejahteraan karyawan pasti mengikuti,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang turut hadir dalam acara tersebut menyoroti tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang. Ia menekankan perlunya perubahan strategi menuju pendekatan berbasis investasi dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Dulu mungkin kita menggunakan metode fishbone untuk mengurai masalah. Namun sekarang, tantangan kita sudah masuk pada tahap investasi berbasis ESG. Ini menjadi tuntutan agar perusahaan bisa menembus peringkat lima hingga sepuluh besar secara nasional,” tegasnya.
Menurutnya, aspek environmental menuntut kolaborasi dengan pegiat lingkungan mengingat sumber air berasal dari alam. Aspek social berkaitan dengan masyarakat sekitar sumber mata air, sementara governance menitikberatkan pada tata kelola yang transparan dan akuntabel di bawah pengawasan publik.
Untuk sementara waktu, kekosongan jabatan direksi akan diisi oleh Dewan Pengawas sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Bupati Anom juga berpesan agar Dewan Pengawas tetap menjaga tata kelola perusahaan sesuai regulasi Kementerian Dalam Negeri serta memastikan target dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) 2026 dapat tercapai.
Di sisi lain, perwakilan Dewan Pengawas Moch Sidik menyampaikan apresiasi atas dedikasi kedua direktur yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
“Kami berharap seluruh karyawan dapat meneladani kepemimpinan beliau berdua. Hal-hal baik yang telah diletakkan selama periode 2021–2026 harus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Acara pelepasan ini menjadi momentum refleksi sekaligus harapan baru bagi Perumda Tirta Mulia untuk terus bertransformasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.***














