WARTA NASIONAL – Gelora kebersamaan masyarakat Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, membuncah pada pembukaan turnamen sepak bola Kades Cup II, pada Senin (3/8/2026).
Hadir sebagai sosok yang terus konsisten mengawal aspirasi dan potensi generasi muda, Aditya Padmanaba memberi warna tersendiri dalam pembukaan gelaran tahunan tersebut.
Kehadiran Aditya bukan sekadar simbolis, melainkan representasi dari kepedulian terhadap pengembangan talenta lokal dari desa.
Kedatangan Aditya disambut hangat oleh Kepala Desa Mandiraja, R. Muhammad Syaifuddin, beserta jajaran panitia dan masyarakat.
Turnamen ini dirancang tidak hanya untuk menguji ketangkasan mengolah si kulit bundar, tetapi juga sebagai ikhtiar memperkuat kohesi sosial antarwilayah.
Dalam pandangan Aditya Padmanaba, kompetisi tingkat desa merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, sportif, dan berdaya saing.
“Pembinaan olahraga yang berkelanjutan dimulai dari ruang-ruang seperti ini. Kades Cup II adalah bukti bahwa desa mampu menyediakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda. Selain memupuk bakat, ajang ini mengajarkan nilai penting tentang persatuan dan kerja sama,” tutur Aditya.
Kepala Desa Mandiraja, R. Muhammad Syaifuddin, S.AP menyambut positif perhatian yang diberikan oleh Aditya Padmanaba.
Ia berharap kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen ini dari tahun ke tahun.
“Kami ingin melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki mental juara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras memastikan Kades Cup II berjalan aman, tertib, dan berkesan,” ujar R. Muhammad Syaifuddin.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pembukaan hingga pertandingan perdana berlangsung.
Warga dari berbagai dukuh memadati area lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya, menciptakan suasana kompetisi yang penuh semangat namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Sorak-sorai para pendukung, yel-yel dari masing-masing tim, serta kebersamaan warga yang memenuhi tribun dan pinggir lapangan menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Kades Cup II pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, menggali bibit-bibit pesepak bola berbakat, serta mendorong kemajuan olahraga di Desa Mandiraja dan Kecamatan Moga secara umum.***















