WARTA NASIONAL – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Harun Abdul Khafizh, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Pemalang, untuk mengambil peran aktif dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan reses bersama jajaran Pengurus HMI dan KAHMI Kabupaten Pemalang, pada Jumat 26 Juni 2026, kemarin.
Menurut Gus Harun sapaan akrab Harun Abdul Khafidz, Kabupaten Pemalang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan layak menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah apabila dikelola secara serius dan dipromosikan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Gus Harun mengungkapkan bahwa DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi telah menuntaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan.
Regulasi tersebut diharapkan menjadi pijakan hukum dalam mempercepat pengembangan sektor pariwisata di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami telah menuntaskan Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan sebagai landasan untuk memperkuat pembangunan sektor ini,” kata Gus Harun.
Ia menilai, Kabupaten Pemalang memiliki modal alam yang sangat lengkap. Selain memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 39,1 kilometer, wilayah Pemalang juga memiliki kawasan pegunungan yang membentang dari Kecamatan Kandangserang hingga kawasan perbatasan Guci, Kabupaten Tegal.
“Pemalang memiliki bentang alam yang luar biasa. Pantainya panjang, pegunungannya indah, dan banyak destinasi yang belum tergarap secara maksimal. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
Gus Harun menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.
Organisasi kepemudaan, komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memajukan sektor tersebut.
“Saya mengajak HMI dan KAHMI Kabupaten Pemalang untuk ikut mengambil bagian. Banyak peluang yang bisa digarap, mulai dari promosi destinasi wisata, penyelenggaraan event, penguatan ekonomi kreatif, hingga pendampingan masyarakat di kawasan wisata. Kalau kita bergerak bersama, saya yakin pariwisata Pemalang akan semakin dikenal,” tuturnya.
Menurut Gus Harun, promosi menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Oleh karena itu, berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pemalang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat luas melalui berbagai media, termasuk media digital dan media sosial.
Ia menyebut sejumlah destinasi yang memiliki daya tarik tinggi, seperti Curug Bengkawah, Bukit Mendelem, Pantai Widuri, serta berbagai objek wisata alam, budaya, dan wisata desa yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Kita harus mampu menghadirkan daya tarik agar orang mau datang ke Pemalang. Curug Bengkawah, Bukit Mendelem, Pantai Widuri, dan banyak destinasi lainnya harus terus dipromosikan. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka ekonomi masyarakat juga akan bergerak,” kata Harun.
Lebih lanjut, ia berharap lahir kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan generasi muda dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Gus Harun optimistis, apabila seluruh potensi wisata dikembangkan secara profesional dan didukung promosi yang masif, Kabupaten Pemalang akan mampu bersaing dengan daerah lain sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.
“Pariwisata bukan hanya soal tempat wisata, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat identitas daerah. Mari kita bersama-sama mengambil bagian untuk membangun pariwisata Pemalang yang lebih maju,” pungkasnya.***















