WARTA NASIONAL – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memimpin audiensi kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Slamet di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Rabu (29/4/2026) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya simulasi evakuasi yang matang guna mengantisipasi potensi erupsi yang saat ini berstatus Level II (Waspada).
Anom meminta seluruh pihak, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pemalang, untuk menyiapkan berbagai skenario evakuasi, baik pada siang maupun malam hari. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan arahan yang jelas agar tidak panik saat terjadi kondisi darurat.
“Harus ada simulasi pada saat kejadian siang hari dan malam hari. Jalur-jalur mana yang boleh dimasuki harus disimulasikan, karena masyarakat biasanya cenderung berjalan dengan alur pikirannya sendiri jika tidak ada yang memandu,” ujar Anom.
Selain itu, ia mengusulkan pemasangan penanda visual seperti simbol, warna, maupun bendera di titik-titik strategis sebagai petunjuk arah evakuasi. Hal ini dinilai penting agar warga dapat segera menuju lokasi aman tanpa kebingungan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan penetapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada 14 April 2026, radius aman aktivitas masyarakat telah diperluas dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah.
Menurut Agus, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya sosialisasi bersama PVMBG wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta pemetaan dan pengusulan jalur evakuasi alternatif.
“Walaupun sudah 12 tahun tidak ada aktivitas signifikan, mitigasi harus tetap dilakukan. Kita semua berharap tidak terjadi apa-apa, tetapi kesiapsiagaan harus disiapkan,” jelasnya.
Koordinator Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Desa Gambuhan, Muhammad Rusdi, menyampaikan bahwa kondisi terkini masih berada pada status Level II (Waspada). Wilayah pemantauan mencakup Kabupaten Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, hingga Purbalingga.
Di sisi lain, Kepala UPJI Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pemalang, Yudhi Kuswoyo, memaparkan kesiapan infrastruktur jalur evakuasi. Ia menyebut seluruh jalur, baik jalan kabupaten maupun desa, dapat digunakan dalam 30 menit pertama saat kondisi darurat.
Namun setelah itu, hanya jalur tertentu yang direkomendasikan agar pengungsi tidak melintasi sungai atau jalur merah yang berisiko terdampak aliran material vulkanik.
Audiensi ini diikuti Asisten I dan II Sekda Pemalang, sejumlah kepala OPD, serta para kepala desa se-Kecamatan Pulosari sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi.***















