Menu

Mode Gelap
Percasi dan Kodim 0711/Pemalang Bakal Gelar Turnamen Catur Dandim Cup 2026, Catat Tanggalnya! Haflah Maulidurrasul 1448 H di MAJT, Ribuan Jemaah Larut dalam Lantunan Salawat Fahmidh Dhuha Soroti Wacana “Percepatan Sejarah”, Minta Elite Politik Hormati Konstitusi RSU Siaga Medika Pemalang Buka Rekrutmen Staf HRD, Pendaftaran Ditutup 29 Agustus 2026 Ketum PTMSI Jateng Silaturahmi ke Bupati Jepara, Bangun Sinergitas untuk Peningkatan Prestasi Atlet Tenis Meja Cegah Stunting Sejak Dini, Pegadaian dan POGI Gelar Sosialisasi di Slawi dan Gunungkidul

Daerah

Pemprov Jateng Sebut 45 Bencana Terjadi Selama 1-25 Januari 2026, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

badge-check


					Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (kiri) Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (kiri)

WARTA NASIONAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, setidaknya terjadi 45 kejadian bencana di wilayahnya pada 1-25 Januari 2025. Oleh karennaya, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi hingga 9 Februari 2026 mendatang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem. Kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng.

Bencana tersebut berdampak pada 7 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, 9.729 orang mengungsi, dan 308.108 orang terdampak. Selain itu juga berdampak pada kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan lahan perikanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana yang ada di wilayahnya. Langkah cepat yang diambil mulai dari mengupayakan rekayasa cuaca hingga memastikan distribusi logistik kepada warga yang terdampak.

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” tandas Sumarno usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang pada Senin, 2 Februari 2026.

Selain itu, pemprov juga melakukan pemulihan akses jalur-jalur logistik yang terdampak. Keberhasilan pemulihan akses sangat krusial, agar bantuan pangan dan medis bisa mencapai titik pengungsian.

Pemprov Jateng juga melakukan optimalisasi pompa untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah.

Di lokasi pengungsian, Pemprov Jateng juga menyediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial kepada para korban bencana. Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir yang menimpanya secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas.

Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan bahwa rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.

“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,” tambahnya.

Pun demikian, Sumarno mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat, melalui kanal pengaduan cepat agar tim reaksi cepat dapat segera meluncur ke lokasi.

Beberapa kanal yang dapat dikontak adalah 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan Dinas Sosial Jateng (024) 8454962.

Sementara itu, berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani – Semarang pada 02 Februari 2026 Pkl. 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap tenang akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, dengan menjauhi bantaran sungai serta menghindari aktivitas di lereng rawan longsor.

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang, serta menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar,
baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.

“Pemerintah Daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi/pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat,” katanya. ***

Baca Lainnya

Fahmidh Dhuha Soroti Wacana “Percepatan Sejarah”, Minta Elite Politik Hormati Konstitusi

26 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM

Cegah Stunting Sejak Dini, Pegadaian dan POGI Gelar Sosialisasi di Slawi dan Gunungkidul

24 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Cegah Stunting Sejak Dini, Pegadaian dan POGI Gelar Sosialisasi di Slawi dan Gunungkidul

Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Semangat Warga Pemalang Peringati HUT ke-81 RI, Olahraga dan Ruang Publik Jadi Penggerak Ekonomi Desa

23 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Penjabat Bupati Pemalang, Nurkholes, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan kebersamaan warga dalam memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Plt Bupati Nurkholes Apresiasi Obor Comal Estafet 2026: Semangat Lari Simbol Langkah Bersama Bangun Pemalang

23 Agustus 2026 - 05:23 WIB

kemeriahan lomba lari malam membawa obor di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, pada Sabtu (22/8/2026)

Muhammadiyah Pemalang Tolak Keras Toko Miras Berkedok Restoran di Pantura Ampelgading

22 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ketua PDM Kabupaten Pemalang, Sapto Suhendro,
Trending di Daerah